Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi hadir sebagai nara sumber. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Bidang Kepemudaan berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mataram menggelar kegiatan Bulan Bhakti 2026 di Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan berlangsung pada 3–12 Juli 2026 dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi kreatif, kesehatan, dan pelestarian lingkungan.

Ketua Panitia Bulan Bhakti, Weny, menjelaskan bahwa program pengabdian masyarakat tersebut menyasar kawasan Desa Sengkol yang memiliki potensi besar di sektor pendidikan, ekonomi kreatif lokal, serta pariwisata berbasis budaya dan alam. Namun, berbagai potensi tersebut dinilai masih memerlukan penguatan agar dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui Bulan Bhakti ini, kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Weny.

Baca Juga:  GELITRA NTB Resmi Diluncurkan, Gubernur Miq Iqbal Ajak Bangun Budaya Literasi dari Desa

Berbagai kegiatan dilaksanakan selama program berlangsung, di antaranya pembekalan pengetahuan bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat, gotong royong bersama warga, penanaman mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, sosialisasi kesehatan, edukasi mengenai dampak pernikahan usia dini (Merarik Kodek), penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.

Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, yang memberikan materi mengenai pendidikan dan kepemudaan kepada lebih dari 100 peserta. Materi tersebut bertujuan membentuk karakter generasi muda melalui penguatan jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, kepedulian sosial, serta mendorong pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

Baca Juga:  Menuju MTQ Nasional XXXI, Bupati Jarot : Jaga Nama Baik Sumbawa dan Tampilkan Kemampuan Terbaik

Kegiatan Bulan Bhakti dilaksanakan di kawasan Gerupuk yang masih menghadapi keterbatasan aksesibilitas. Meski demikian, semangat pengabdian tetap tinggi dengan melibatkan lebih dari 50 mahasiswa FEB Universitas Mataram serta 68 pelajar dan anak-anak dari sekolah setempat.

Secara keseluruhan, Bulan Bhakti 2026 bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing ekonomi lokal, serta membangun narasi edukatif dalam pengembangan destinasi wisata. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi objek pariwisata, tetapi juga menjadi subjek pembangunan yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Menurut Weny, kegiatan pengabdian masyarakat merupakan implementasi nyata dari ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Baca Juga:  Intervensi Serentak Dimulai, NTB Percepat Penurunan Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

“Ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah tidak hanya harus disimpan secara teoritis, tetapi juga harus diimplementasikan dalam bentuk nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi antara Dikpora NTB, dunia akademik, dan masyarakat Gerupuk dapat terus terjalin secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

Harapan senada disampaikan Sekretaris Jenderal BEM Universitas Mataram, Lale, yang menilai Bulan Bhakti merupakan bentuk sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

“Seluruh rangkaian kegiatan ini kami laksanakan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pemuda NTB yang maju, makmur, dan mendunia,” pungkasnya. (*)