
NUSRAMEDIA.COM — Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Naziruddin, S.AP., M.M.Inov, secara resmi membuka Pameran dan Ekshibisi Bonsai PPBI Cabang Sumbawa bertajuk “Sai Po Lamin no Kita”, yang digelar di area parkir depan Terminal Sumer Payung, Kabupaten Sumbawa, Rabu (15/07/2026).
Pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri para pengurus Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Sumbawa, komunitas pecinta bonsai, peserta pameran, pelaku UMKM, serta masyarakat yang antusias menyaksikan ratusan karya bonsai terbaik dari berbagai daerah.
Momentum Menuju Pameran Nasional 2027
Pameran dan ekshibisi ini menjadi tonggak penting bagi PPBI Cabang Sumbawa dalam mempersiapkan diri menuju Pameran Nasional Bonsai Tahun 2027. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas karya seni bonsai, tetapi juga memperkuat eksistensi Sumbawa sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan seni bonsai di Indonesia.
Mengusung tema “Sai Po Lamin no Kita”, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarpecinta bonsai sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Ketua DPRD Sumbawa : Bonsai Memiliki Nilai Seni dan Nilai Ekonomi
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Naziruddin, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan keluarga besar PPBI Cabang Sumbawa atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, bonsai bukan sekadar tanaman hias ataupun hobi semata, melainkan sebuah karya seni yang lahir melalui proses panjang, ketekunan, kesabaran, dan kreativitas tinggi. Bahkan, bonsai kini telah berkembang menjadi salah satu komoditas ekonomi kreatif yang memiliki nilai jual dan daya saing yang menjanjikan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mengembangkan seni dan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Bonsai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memberdayakan UMKM, sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah,” ujarnya.
Diharapkan Menjadi Magnet Wisata dan UMKM
Keberadaan pameran bonsai di kawasan Terminal Sumer Payung diharapkan mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan karya seni tanaman tersebut.
Selain menjadi ruang apresiasi bagi para kolektor dan pegiat bonsai, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan lokasi kegiatan.
Sinergi antara komunitas, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Ratusan Bonsai Berkualitas Dipamerkan
Selama penyelenggaraan pameran sepanjang Juli 2026, pengunjung dapat menikmati ratusan koleksi bonsai dengan berbagai karakter, ukuran, dan gaya yang menampilkan tingkat kematangan artistik tinggi.
Setiap karya menghadirkan keunikan tersendiri melalui perpaduan teknik pembentukan batang, percabangan, hingga harmoni keseluruhan pohon yang mencerminkan dedikasi para seniman bonsai.
Pameran ini terbuka untuk masyarakat umum, kolektor, penghobi, pelaku hortikultura, hingga generasi muda yang ingin mengenal lebih dekat seni bonsai sebagai bagian dari kekayaan budaya dan kreativitas bangsa.
Komitmen PPBI Sumbawa Melestarikan Alam dan Seni Bonsai
Melalui penyelenggaraan Pameran dan Ekshibisi Bonsai “Sai Po Lamin no Kita”, PPBI Cabang Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui seni bonsai.
Selain menjadi wadah pengembangan keterampilan seni botani, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam memantapkan kesiapan Kabupaten Sumbawa sebagai tuan rumah ajang bonsai berskala nasional pada tahun 2027.
Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas, serta masyarakat, PPBI Cabang Sumbawa optimistis mampu menghadirkan pameran nasional yang berkualitas sekaligus mengangkat nama Sumbawa sebagai salah satu pusat perkembangan seni bonsai di Indonesia. (*)













