
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global melalui peluncuran sejumlah program strategis di sektor pendidikan dan ketahanan ekonomi daerah.
Dipusatkan di SMKN 5 Mataram, Rabu (15/07/2026), Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, secara resmi meluncurkan Program SMK Mendunia, Gerakan TAPSI (Tanam Cabai dan Pengendalian Inflasi), serta memperkenalkan berbagai kebijakan baru yang memperkuat pemerataan akses pendidikan di seluruh NTB.
Kegiatan berlangsung meriah dengan diawali penampilan seni budaya dari para siswa SMK yang menunjukkan kreativitas sekaligus potensi generasi muda NTB. Acara dihadiri jajaran pejabat Eselon II dan III Pemerintah Provinsi NTB, perwakilan Bank Indonesia, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), para rektor dan akademisi, serta seluruh kepala SMK se-NTB.
Lompatan Baru Pendidikan Vokasi NTB
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan bahwa pengelolaan SMA dan SMK tidak lagi dapat dilakukan dengan pendekatan konvensional. Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri global.
“Kita harus membangun link and match yang kuat antara SMK dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), memperbaiki standar mutu pendidikan vokasi, serta mengintegrasikan English Literacy dalam kurikulum SMK agar lulusan mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.
Melalui Program SMK Mendunia, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan lahirnya lulusan-lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja nasional, tetapi juga mampu menembus pasar kerja internasional.
Golden Ticket, Pemerataan Mutu Pendidikan Hingga Pelosok
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga memperkenalkan inovasi Golden Ticket, sebuah konsep pemerataan kualitas pendidikan melalui penugasan kepala sekolah terbaik ke sekolah-sekolah yang membutuhkan percepatan peningkatan mutu.
Program ini dirancang untuk menjaring kepala sekolah dengan kapasitas kepemimpinan yang kuat agar mampu membangun sekolah di wilayah terpencil. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah menyiapkan insentif khusus dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan gaji pokok kepala sekolah.
Menurut Gubernur, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh anak NTB memperoleh layanan pendidikan berkualitas tanpa memandang lokasi tempat tinggalnya.
Gerakan TAPSI, Pendidikan yang Terhubung dengan Ketahanan Pangan
Selain fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, Pemerintah Provinsi NTB juga meluncurkan Gerakan TAPSI (Tanam Cabai dan Pengendalian Inflasi).
Program hasil kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pertanian NTB ini bertujuan menekan laju inflasi melalui gerakan menanam cabai di lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter peserta didik.
Gerakan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, ketahanan pangan, serta membangun budaya produktif di kalangan pelajar.
Komitmen Nyata bagi Anak Berkebutuhan Khusus
Komitmen Pemerintah Provinsi NTB terhadap pendidikan yang inklusif juga diwujudkan melalui peningkatan layanan bagi Sekolah Luar Biasa (SLB).
Gubernur mengumumkan program penyediaan satu kendaraan operasional untuk setiap SLB yang akan digunakan sebagai layanan antar-jemput peserta didik berkebutuhan khusus.
“Kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak NTB yang tertinggal. No One Left Behind menjadi prinsip utama dalam membangun generasi masa depan daerah ini,” ujar Gubernur.
Dikpora NTB Siapkan Kurikulum Siap Kerja dan Perkuat Kesejahteraan Guru
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Dr. Syamsul Hadi, menyampaikan bahwa seluruh jajaran Dikpora siap mengawal implementasi visi besar Gubernur NTB.
Menurutnya, sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari memperkuat sinergi antar-SMK se-NTB, meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan guru paruh waktu melalui optimalisasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), hingga penyusunan kurikulum siap kerja yang mampu melahirkan lulusan berstandar internasional.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan masyarakat secara menyeluruh karena keduanya saling berkaitan dalam menciptakan kemajuan daerah.
Alumni SMK NTB Buktikan Visi “SMK Mendunia”
Peluncuran program ditutup dengan sesi yang inspiratif ketika Gubernur berdialog secara virtual dengan sejumlah alumni SMK asal NTB yang kini telah berkarier di berbagai negara, seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.
Interaksi tersebut menjadi bukti bahwa lulusan SMK NTB memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat global sekaligus memperlihatkan bahwa visi SMK Mendunia telah mulai terwujud melalui keberhasilan para alumni yang membawa nama baik daerah di kancah internasional.
Peluncuran SMK Mendunia, Golden Ticket, Gerakan TAPSI, serta penguatan layanan bagi SLB menjadi tonggak baru pembangunan pendidikan di NTB. Seluruh program tersebut diarahkan untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, adaptif terhadap kebutuhan industri, serta mampu mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat dunia tanpa meninggalkan satu pun anak bangsa. (*)












