Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Norvie Aperiansyani ST., MA. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gelaran Balap Sampan Gili Balu CUP resmi dibuka hari ini oleh Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Norvie Aperiansyani ST., MA, di Desa Poto Tano.

Ajang balap sampan tradisional tersebut kembali digelar sebagai wujud pelestarian budaya maritim yang telah lama menjadi identitas masyarakat pesisir.

Dalam sambutannya, Norvie menegaskan bahwa balap sampan tidak hanya menjadi kompetisi olahraga air, tetapi juga menyimpan nilai historis dan sosial yang kuat bagi masyarakat Gili Balu dan wilayah pesisir sekitarnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu Lintas OPD

“Balap sampan adalah tradisi yang patut kita jaga. Ini bukan hanya hiburan, tetapi identitas masyarakat pesisir yang harus terus kita lestarikan,” ujar Anggota Komisi I DPRD KSB tersebut.

Norvie yang juga Legislator PKS itu menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki potensi besar untuk mendukung promosi wisata bahari di kawasan Gili Balu.

Dengan panorama laut yang indah serta kekayaan ekosistemnya, Gili Balu diyakini mampu menjadi salah satu destinasi unggulan Sumbawa Barat.

“Melalui balap sampan, kita bisa memperkenalkan keindahan Gili Balu kepada lebih banyak orang. Ini momentum yang baik untuk menggerakkan sektor pariwisata kita,” ujarnya.

Baca Juga:  Majelis Silaturahmi Ulama dan Umara, Energi Persatuan untuk NTB Makmur Mendunia

Dalam kesempatan itu, Norvie turut menyampaikan pesan Bupati Sumbawa Barat bahwa penyelenggaraan Balap Sampan Gili Balu CUP akan diupayakan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Lahir KSB pada tahun mendatang.

Dengan demikian, event ini diharapkan semakin besar, lebih meriah, dan mampu menarik peserta serta wisatawan dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran tokoh adat, pemuda, masyarakat pesisir, hingga wisatawan lokal. Para peserta dari berbagai desa di sekitar Gili Balu tampak antusias mengikuti kompetisi yang telah menjadi kebanggaan bersama tersebut.

Baca Juga:  Stunting di NTB Turun Drastis

Dengan meningkatnya perhatian pemerintah daerah, Balap Sampan Gili Balu CUP diharapkan mampu terus berkembang sebagai tradisi tahunan yang tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga menguatkan sektor pariwisata Sumbawa Barat. (*)