EKBIS

Disperin NTB Kolaborasi dengan Komunitas Industri Terus “Genjot” Industrialisasi

Kepala Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nuryanti bersama Komunitas Industri (KOIN) saat acara Ngopi Bareng. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Nusa Tenggara Barat terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satunya terus menggandeng Komunitas Industri (KOIN) di NTB. Guna memperkuat sinergitas ini, Disperin menggelar acara ngopi bareng.

Dikesempatan ini, Disperin dan KOIN secara bersama membahas berbagai hal. Fokusnya adalah dalam meningkatkan berbagai potensi industri di NTB.

Antara lainnya seperti soal langkah awal hingga strategi bersama. Bahkan mereka membahas kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.

Itu semua tak lain dalam rangka untuk meningkatkan industrialisasi di NTB tahun 2024 ini. Meski demikian, pentingnya kolaborasi tidak hanya sebatas industri.

Baca Juga:  Ketua NasDem Sumbawa : "Akan Ada Kejutan, Tunggu Saja"

Namun juga sektor-sektor yang lain. Seperti pendidikan dengan pendekatan eduwisata. Sebagai contoh disamping sirkuit sebagai tempat balapan.

Yakni diharapkan Disperin dapat memberikan ruang berkolaborasi antar komunitas industri dengan sekolah di NTB untuk mengoptimalkan potensi wisata edukasi.

Sehingga diharapkan nantinya akan memberikan pengalaman berharga kepada anak didik dan mengembangkan sirkuit sebagai destinasi multifungsi.

Termasuk sinergitas dengan stakeholder seperti IKM dan komunitas lainnya menjadi krusial. IKM membutuhkan mediasi untuk promosi.

Sementara eduwisata memerlukan dukungan audio visual dalam era digitalisasi. Diharapkan komunitas (film, ekspor, budaya dan lainnya) yang tergabung dalam KOIN bisa memperkuat branding media.

Baca Juga:  Muhammad Nasir Tak Jadi Maju Pilkada KSB?

“Begitupun dalam mendorong pertumbuhan industrialisasi yang lebih baik di NTB kedepannya,” kata Kepal Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Nuryanti dikesempatan ini.

Dia berharap, sinergi dan kolaborasi yang kuat antara stakeholder, komunitas industri dan pelaku pendidikan dapat memberikan dorongan signifikan untuk mencapai target industrialisasi 2024.

“Dengan dukungan komunitas film, ekspor, budaya, serta sektor lainnya, diharapkan NTB dapat tampil sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan bermartabat,” tuturnya.

Sebagai salah satu target dan hasil diskusi tersebut, ungkap dia, yaitu singkatnya peserta diskusi berharap kepada Disperin NTB atau Pemprov pada umumnya bisa segera merealisasikan.

Baca Juga:  Pendaftaran Bacalon Ketum HIPMI NTB Ditutup

Yakni segala hal perbincangan seperti menghidupkan kembali Meninting Bike Park. Sebab semuanya sepakat untuk bisa mengembangkan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar.

Untuk diketahui, adapun komunitas yang hadir diantaranya adalah Komunitas Basement, Youtuber Lombok Timur, Bisa Ekspor Lombok, IOT Mataram NTB, Cinta Berkain Indonesia.

Kemudian Ramekan.id, Asosiasi Kopi, Nice, Lombok Phonegraphy, Bengkel Aktor Lombok, Art Community, We Save NTB, Cendikia Robotic dan Besiru. (red)