HEADLINE

Pemkab Sumbawa Bakal Bangun Labkesda

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Junaedi. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa akan membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Disingkat, Labkesda) pada tahun 2024 ini. Labkesda ini dibangun menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (Fisik).

“Kita ada pembangunan laboratorium kesehatan daerah atau laboratorium kesehatan masyarakat juga dari sumber pembiayaan yang sama dana DAK fisik di Tahun 2024 itu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Junaedi kepada wartawan

Diungkapkannya, laboratorium tersebut akan dibangun di sebelah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sering. Selain laboratorium, Dikes Sumbawa juga memiliki pengadaan 1 unit ambulan dan 3 unit solar sel listrik tenaga surya di tahun ini.

Baca Juga:  Bacagub NTB Pilihan PKB Diumumkan Tepat Harlah ke 26

“Nilai total kurang lebih sekitar Rp20 miliar, ada pengadaan mobil ambulan 1 sama pengadaan solar sel listrik tenaga surya itu 3 unit itu untuk daerah-daerah yang terpencil yang sulit listrik,” terang Junaedi. Kadis mengatakan, laboratorium daerah ini adalah yang pertama dimiliki oleh Kabupaten Sumbawa.

“Kalo lab kita dari nol kita bangun baru dan baru pertama kita mempunyai lab kesehatan daerah,” tandasnya. Menurutnya, keberadaaan laboratorium daerah ini dirasa sangat penting. Karena pihaknya belajar dari pengalaman saat wabah Covid-19, dimana Pemda Sumbawa kesulitan dalam memeriksa sampel dan harus memanfaatkan laboratorium yang dimiliki oleh Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Baca Juga:  Apapun Keputusan DPP PPP, Muzihir Tegaskan Sami'na Wa Atho'na

Untuk itu, dengan adanya laboratorium daerah ini, Kabupaten Sumbawa akan siap jika ada hal-hal kejadian penyakit yang membutuhkan pemeriksaan di laboratorium.
Tenaga sendiri tentu nanti kita, sudah beberapa yang sudah ada, nanti kita tentu juga melalui pengadaan p3k atau pns tahun ini ataupun tahun depan.

“Disitu ada beberapa lab, ada lab patologi klinik, lab lingkungan, lab makanan minuman, lab biomolekuler. Nah tentu kaitannya dengan misalnya saya ambil contoh lab makanan minuman, itu kan sangat mendukung keberadaan produk-produk UKM,” katanya.

Baca Juga:  Persiapan Deklarasi Jarot-Ansori Dimatangkan

“Nantikan misal saya ambil contoh misalnya kualitas air isi ulang, habis itu bisa di uji sampel disitu. Terus kita bisa nguji kualitas air minum punya masyarakat yang ada di tengah masyarakat itu antara lain seperti itu. Sementara untuk tenaganya, beberapa yang sudah ada dan nanti kita tentu juga melalui pengadaan PPPK atau PNS tahun ini ataupun tahun depan,” pungkasnya. (red)