
NUSRAMEDIA.COM — Bank NTB Syariah menegaskan bahwa secara operasional kinerja perusahaan masih menunjukkan tren pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun laba perusahaan saat ini mengalami penurunan. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menjelaskan bahwa penurunan laba yang terjadi bukan disebabkan oleh melemahnya aktivitas bisnis bank, melainkan dipengaruhi oleh dua faktor utama.
Yakni, ungkap Dirut Nazaruddin, biaya maintenance sistem mobile banking yang berlangsung cukup lama serta pencadangan pembiayaan bermasalah. Menurutnya, apabila kedua faktor tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan, maka laba Bank NTB Syariah justru mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Namun jika kedua faktor itu dikeluarkan dari perhitungan, yakni biaya akibat maintenance M-Banking yang panjang dan pencadangan pembiayaan bermasalah, maka kinerja laba sebenarnya masih tumbuh dibandingkan tahun 2024,” ujarnya. Nazaruddin mengungkapkan, pada tahun 2024 Bank NTB Syariah mencatatkan laba sekitar Rp215 miliar. Sementara jika tidak terbebani oleh biaya maintenance sistem dan pencadangan pembiayaan bermasalah, laba pada tahun ini diperkirakan dapat mencapai hampir Rp250 miliar.
“Artinya secara operasional sebenarnya masih mengalami pertumbuhan,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa sebagian besar unit kerja Bank NTB Syariah menunjukkan kinerja yang positif. Dari total 41 unit kerja yang dimiliki, yang terdiri dari 13 kantor cabang dan 28 kantor lainnya, sekitar 95 persen di antaranya mengalami pertumbuhan secara year-on-year.
Hal tersebut, lanjut Nazaruddin, menjadi indikator bahwa aktivitas operasional bank tetap berjalan sehat dan produktif. “Ini menunjukkan bahwa secara operasional sebenarnya tidak ada masalah besar. Permasalahan utamanya hanya berasal dari dua faktor tersebut,” pungkasnya. (*)













