
NUSRAMEDIA.COM — Peluang kerja sama antara Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Tunisia mulai diarahkan pada agenda yang lebih konkret, mulai dari investasi, pariwisata, pendidikan hingga riset kesehatan.
Dalam kunjungan kerjanya ke Mataram, Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia, H.E. Mohamed Trabelsi, secara khusus menjajaki kesiapan NTB menerima investor Tunisia.
Menyambut peluang tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menawarkan NTB Capital sebagai instrumen yang akan mendampingi investasi yang masuk ke daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Dubes Mohamed Trabelsi di Ruang Kerja Gubernur NTB, Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan penguatan kerja sama kedua pihak di sejumlah sektor strategis.
Pertemuan itu juga dikonfirmasi dalam pemberitaan RRI yang mencatat pembahasan investasi, pendidikan, dan berbagai peluang kerja sama lainnya antara Tunisia dan NTB.
Dubes Tunisia Jajaki Peluang Investasi di NTB
Menurut Miq Iqbal, salah satu hal yang secara khusus ditanyakan Dubes Tunisia adalah kesiapan NTB menyambut investor dari Tunisia yang berminat menanamkan modalnya di daerah.
Menjawab peluang tersebut, Gubernur menjelaskan kesiapan pemerintah daerah melalui NTB Capital, holding company daerah yang dirancang untuk membantu dan memudahkan investor dalam proses masuk serta mengembangkan usahanya di NTB.
“Ini memang diniatkan untuk membantu para investor yang masuk,” ujaro orang nomor satu di NTB tersebut. Bagi NTB, peluang investasi tersebut tidak berdiri sendiri.
Pemerintah daerah ingin memastikan investasi yang masuk dapat terhubung dengan potensi daerah sekaligus memperoleh dukungan yang diperlukan agar proses investasi berjalan lebih mudah.
Kerja Sama Pendidikan dan Peluang 80 Beasiswa
Selain investasi, pembicaraan berkembang ke sektor pendidikan. Dubes Tunisia menyampaikan peluang pemberian 80 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia serta keinginan untuk meningkatkan kerja sama pertukaran mahasiswa.
Hal ini membuka ruang bagi NTB untuk memperluas akses pendidikan internasional sekaligus membangun jejaring akademik dengan Tunisia.
“Beliau juga mengajak berbicara mengenai beasiswa dan keinginan beliau memfasilitasi beasiswa ke Tunisia,” kata Miq Iqbal.
Riset Kesehatan hingga Pengembangan SDM
NTB juga menawarkan peluang kerja sama di bidang riset kesehatan. Gubernur menyampaikan bahwa NTB memiliki kapasitas di bidang kedokteran, khususnya isu penyakit tropis dan kemaritiman, yang dapat menjadi ruang kolaborasi penelitian dengan Tunisia.
Dari sisi Tunisia, Mohamed Trabelsi melihat NTB memiliki sejumlah bidang yang potensial dikembangkan bersama, antara lain pertambangan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia. Ia juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama pendidikan, terutama melalui pertukaran mahasiswa.
Dubes Tunisia Tinjau Langsung Destinasi Wisata NTB
Sebelum bertemu Gubernur, Dubes Tunisia menyempatkan diri mengunjungi sejumlah destinasi wisata di Pulau Lombok, antara lain Senggigi, Gili Trawangan, Gili Kendis, Gili Kondo, dan kawasan Sembalun.
Kunjungan lapangan tersebut memberi kesempatan bagi pihak Tunisia melihat langsung potensi pariwisata NTB sekaligus membuka perspektif kerja sama yang lebih luas.
Untuk menindaklanjuti pembicaraan, Dubes Mohamed Trabelsi mengundang Gubernur NTB berkunjung ke Jakarta guna membahas potensi kerja sama secara lebih teknis bersama tim Kedutaan Besar Tunisia.
Dari Diplomasi Menuju Kerja Sama Konkret
Rangkaian pembicaraan tersebut menunjukkan bahwa hubungan NTB dan Tunisia mulai diarahkan dari tahap perkenalan potensi menuju penjajakan kerja sama yang lebih konkret dengan investasi, pendidikan, pariwisata, dan riset sebagai ruang yang dapat dikembangkan bersama.
Bagi NTB, peluang ini bukan semata tentang menarik modal dari luar negeri. Investasi harus bertemu dengan potensi daerah, pendidikan harus melahirkan jejaring dan sumber daya manusia.
Sementara kerja sama riset harus menjawab kebutuhan nyata. Di titik itulah hubungan NTB–Tunisia dapat berkembang dari kunjungan diplomatik menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat bagi kedua pihak. (*)













