Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Najamuddin Amy. (Ist)
Kepala Dinas Kominfotik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. Najamuddin Amy. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Demi meraup keuntungan pribadi, nampaknya sejumlah oknum yang mengatasnamakan Gubernur NTB belakangan ini mulai “bergentayangan”. Terbaru soal dugaan pungutan liar (pungli) seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB Najamuddin Amy menegaskan, bahwa persoalan oknum-oknum yang mengatasnamakan Gubernur NTB bukan hanya menjadi isu saat ini.

Menurut dia, beberapa waktu yang lalu juga sempat terdengar isu sejumlah oknum yang mengatasnamakan Gubernur NTB. Dimana seolah-olah itu adalah perintah atau kemauan Gubernur NTB.

Baca Juga:  HUT NTB ke-67 : "Gerak Cepat, NTB Hebat"

“Sangat disayangkan oknum yang mengatasnamakan Pak Gubernur NTB. Karena Pak Gub sendiri tidak pernah mentolerir siapapun yang melanggar hukum,” tegas Kadiskominfotik NTB kelahiran asli Sumbawa Barat ini.

“Dan beliau (Gubernur NTB) sendiri mendukung tindakan pemberantasan korupsi di NTB,” sambung mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB tersebut, Senin 19 Maret 2023 di Mataram.

Oleh karenanya, pria yang akrab disapa Doktor Najam itu meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya di NTB untuk waspada dengan adanya iming-iming dari oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

Baca Juga:  Seluruh Kepala OPD Pemprov NTB Ikuti Retret di Korem 162/WB

Dengan harapan, masyarakat tidak mudah diperdayai. Selain itu pula, Doktor Najam juga mengimbau agar setiap informasi yang diperoleh harus disaring akan kebenarannya. Termasuk mengkonfirmasi kepada pihak terkait.

“Apalagi ada muncul oknum yang menjanjikan. Ini adalah modus penipuan dengan mengatasmamakan Gubernur NTB. Dan penting untuk diketahui, ini tidak pernah dilakukan oleh Pak Gubernur,” demikian Najamuddin Amy.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memastikan bahwa iming-iminh dalam seleksi apapun P3K/CPNS di Provinsi NTB adalah ulah dari oknum tertentu. Maka masyarakat diminta waspada dan tidak mudah percaya. (red) 

Baca Juga:  Tim SAR Mataram Sisir Laut Poto Tano Cari Penumpang Ferry yang Melompat ke Laut