HUKRIM

Berkat Kerja Keras Tim Hukum, Sudarman Akhirnya Bebas

126
Keterangan Foto : Sudarman (tengah) didampingi istri tercinta dan Kuasa Hukumnya I Gusti Putu Ekadana (kanan). (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Berkat kerja keras tim hukum “Ekadana & Associates” yang dipimpin langsung pengacara senior di NTB yaitu I Gusti Putu Ekadana, akhirnya Sudarman (40) tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan akhirnya dibebaskan pada Sabtu malam (19/11) kemarin.

Sebelumnya Sudarman masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan ditangkap oleh pihak Polda NTB di kosnya wilayah Gebang Mataram pada Kamis (17/11) dini hari lalu. Dasar dari pembebasan ini pula, lantaran telah memenangkan praperadilan di Pengadilan Negeri Mataram.

Kepada wartawan, Sudarman berterimakasih dan mengapresiasi kinerja Tim Hukum Ekadana & Associates, sehingga dirinya kini dapat dibebaskan. Dia juga mengaku bersyukur bisa didampingi oleh para pengacara yang dengan tulus membela kebenaran demi sebuah keadilan bagi masyarakat kecil. “Tetaplah membela kami, masyarakat kecil yang tak paham hukum,” katanya.

Disisi lain, Sudarman juga mengaku dirinya banyak belajar dari kasus yang terjadi. Namun ia sangat keberatan dengan penahanannya dan ditetapkannya sebagai DPO. Karena, dia menilai, bahwa dirinya justru menjadi korban.

“Saya hanya korban dan ternyata kebenaran terbukti disini bahwa saya bukan DPO seperti yang mereka sangkakan. Keadilan dan kebenaran penting untuk kita ungkapkan,” ujar Sudarman didamping sang istri dan tim kuasa hukumnya.

Baca Juga:  Seorang Petani Ditangkap Satresnarkoba Polres Sumbawa

Oleh karenanya, Sudarman berharap tidak ada kasus serupa terulang kembali. Sebab kasus yang menjeratnya murni perdata bukan pidana seperti yang dikabarkan. “Semoga kedepan aparatur negara kita menjalankan fungsinya sesuai kebenaran dan keadilan mengacu pada UUD Negara Republik Indonesia,” harapnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari sebuah perjanjian kerjasam antara pria berinisial RT dengan Sudarman. Sebelumnya kedua belah pihak sepakat bekerjasama dalam bidang perdagangan (kebutuhan pokok) secara online maupun offline.

Namun dalam perjalanannya, Sudarman dianggap wanprestasi. Sehingga RT memilih saham berupa uang yang sudah disetorkan ke perusahaan yang mereka dirikan bersama itu dikembalikan. Bahkan RT diduga melakukan intervensi agar Sudarman menandatangani surat perjanjian dalam bentuk utang, sehingga kasus tersebut menjadi kasus pidana.

Sementara itu, Kuasa Hukum Sudarman, I Gusti Putu Ekadana menegaskan, bahwa pembebasan kliennya adalah hasil kerja keras tim dan harus dilakukan atas nama profesi demi kebenaran dan keadilan.

Baca Juga:  Tim Puma Polres Lotara Ringkus Pelaku Curat

“Seharusnya klien kami dibebaskan Jumat kemarin, karena status tersangka klien kami telah dianulir dan diterbitkannya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) Nomor B/105.B/XI/RES.1.1/2022/DITRESKRIMUM tertanggal 19 November 2022. Itu berdasarkan putusan Praperadilan. Syukur bisa bebas malam ini (kemarin),” katanya usai menjemput kliennya bersama tim dan istri Sudarman.

Pria yang juga merupakan salah seorang tokoh di NTB ini juga mengatakan, bahwa penahanan yang dilakukan setelah menang di Praperadilan adalah bentuk dari pelanggaran HAM yang dilakukan oleh institusi Polri. “Awalnya kan kita dijanjikan hari Senin besok (21/11) dibebaskan. Itu waktu yang terlalu lama untuk hak asasi seseorang, karena satu jam saja itu sudah melanggar HAM,” tegas advokat senior itu.

Ekadana juga menyayangkan sikap yang sudah menahan kliennya. Terlebih sudah menetapkan status DPO. Namun berkat kerja keras tim, akhirnya Pengadilan Negeri Mataram dalam Praperadilan memenangkan pemohon dan dibebaskan.

“Dengan kemenangan kita dalam Praperadilan, harusnya ini menjadi cambuk bagi Kapolda. Kemenangan dalam Praperadilan ini adalah proses kebenaran hukum. Jadi Kapolda harusnya menyikapi dengan sangat cermat apa yang terjadi dalam institusi yang dipimpinnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Sebanyak 5 Terduga Narkoba Diringkus Polres Sumbawa

“Kita tidak butuh Kapolda bersih, tapi butuh Kapolda pembersih. Saya pribadi dan tim juga berterimakasih kepada Hakim Ketua Kadek Dedy Arcana SH MH yang sudah menjalankan sidang dengan seadil-adilnya,” demikian I Gusti Putu Ekadana menambahkan.

Sekedar informasi, adapun amar putusan praperadilan PN Mataram dengan bebasnya Sudarman yaitu :

1. Menyatakan permohonan pemohon dikabulkan untuk sebagian;

2. Menyatakan tindakan termohon menetapkan termohon sebagai tersangka dengan dugaan penipuan dan penggelapan dalam jabatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan Pasal 374 Kitab Undang-undang Hukum Pidana adalah tidak sah dan tidak berdasarkan atas hukum dan oleh karenanya penetapan tersangka a quo harus dibatalkan atau setidaknya dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengingat;

3. Menyatakan SPRINDIK Nomor: P.Sidik / 104.a / VIII / Res.1.11/2022/Ditreskrimum, tertanggal 31 Agustus 2022, yang dikeluarkan TERMOHON adalah tidak sah dan tidak memiliki kekuatan hukum mengingat;

4. Memulihkan hak PEMOHON dalam kemampuan kedudukan dan harkat serta martabatnya;

5. Membebankan biaya perkara pada pemohon sejumlah nihil;

6. Menolak permohonan pemohon selain dan selebihnya;

Artikel sebelumyaPerusahaan Telekomunikasi di NTB Menjamur : “Standar Kualitas Produk dan Pemasangan Jangan Diabaikan”
Artikel berikutnyaKontingen NTB Punya Misi Khusus di Porwarnas Jawa Timur