Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Rombongan Dinas Kesehatan Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, melakukan kunjungan studi tiru ke Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ini dalam rangka mempelajari implementasi Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Bhakti Husada, beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS, menjelaskan bahwa NTB telah berhasil mencapai 5 pilar STBM, sebuah capaian yang diperoleh melalui proses panjang dan komitmen lintas sektor.

Baca Juga:  BPBD NTB Kirim Bantuan ke Sumbawa

Dijelaskan mantan Direktur RSUD Provinsi NTB itu bahwa, keberhasilan tersebut pertama kali diraih oleh Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), kemudian diikuti oleh seluruh kabupaten dan kota di NTB.

“STBM di NTB merupakan bagian dari program prioritas kesehatan lingkungan, karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, terutama penyakit-penyakit yang bersumber dari lingkungan,” ungkap Dr. Fikri.

Ia juga menambahkan, meskipun NTB dan Sumatera Utara memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk, namun tetap terdapat banyak praktik baik yang dapat dipelajari dan diadaptasi.

Baca Juga:  SK PAW Resmi Diteken Kemendagri, Pelantikan Fakhruddin Tinggal Tunggu Jadwal

“Sumatera Barat dan NTB memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari luas wilayah serta jumlah penduduk. Namun tentu ada hal-hal yang bisa saling dipelajari dan dibagikan untuk memperkuat program kesehatan di daerah masing-masing,” lanjutnya.

Dr. Fikri berharap, melalui kegiatan studi tiru ini, rombongan Dinas Kesehatan Kota Binjai dapat memperoleh gambaran yang komprehensif terkait penerapan STBM 5 pilar di NTB, serta mampu mengimplementasikan praktik-praktik baik tersebut di Kota Binjai.

Studi tiru ini dijadwalkan berlangsung hingga Jum’at (30/1/2026). Setelah melakukan kunjungan ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB, rombongan Dinas Kesehatan Kota Binjai melanjutkan agenda studi tiru ke sejumlah Puskesmas di Kota Mataram.

Baca Juga:  Ketua Komisi III DPRD NTB "Dihujani" Aspirasi Warga

Puskesmas dipilih karena menjadi ujung tombak pelaksanaan program STBM di lapangan, melalui kegiatan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat terkait perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, verifikasi Open Defecation Free (ODF), serta pembinaan masyarakat secara berkelanjutan. (*)