Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, H. Johan Rosihan, ST saat membuka kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) bagi pengurus PKS tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.(Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, menegaskan pentingnya penguatan tata kelola partai politik hingga level kecamatan sebagai fondasi lahirnya kepemimpinan nasional yang berintegritas.

Hal itu disampaikannya saat membuka kegiatan Training Orientasi Partai (TOP) bagi pengurus PKS tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumbawa.
Menurut Johan, partai politik memiliki fungsi strategis dalam sistem demokrasi.

Yakni, sambung dia, mulai dari rekrutmen kepemimpinan, pendidikan politik, hingga penyaluran aspirasi rakyat. Karena itu, kualitas tata kelola partai akan sangat menentukan arah pembangunan bangsa ke depan.

“Kalau tata kelola partai lemah, maka demokrasi kita akan terjebak pada politik berbiaya mahal, oligarki, bahkan politik sandera. Tapi jika tata kelola partai kuat, maka yang lahir adalah kepemimpinan yang bersih, kebijakan yang adil, dan kepercayaan publik yang tinggi,” ujar Johan.

Baca Juga:  Hardiknas 2026 : Dikbud Sumbawa Perkuat Ikatan Orang Tua dan Anak Lewat Anti Bullying

Ia menekankan bahwa pengurus di tingkat kecamatan memegang peran kunci sebagai ujung tombak pelayanan dan penguatan basis masyarakat. “Di tingkat kecamatan inilah wajah partai benar-benar terlihat. Kepercayaan publik dibangun dari bawah, dari interaksi langsung dengan rakyat,” tegasnya.

Kegiatan TOP kali ini juga menghadirkan dua pemateri dari DPW PKS NTB yang memperkuat perspektif kaderisasi dan ideologisasi partai. Nampak hadir pula, Ketua DPD PKS Sumbawa, Nanang Nasiruddin dan lainnya.

Lalu Muhammad Alfian, ST, selaku Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan Kepemimpinan Partai DPW PKS NTB, dalam pemaparannya menekankan pentingnya fokus pada lapis visi pertama PKS, yakni misi pembinaan.

Baca Juga:  Wabup Sumbawa : Paralegal Harus Jadi Garda Terdepan Hentikan Ketimpangan Hukum

“Pembinaan adalah fondasi utama. Tanpa kader yang bersih, peduli, dan profesional, maka seluruh agenda besar partai tidak akan berjalan optimal,” jelas Alfian di hadapan peserta.

Sementara itu, Bendahara Umum DPW PKS NTB, Eko Anugraha Priyanto, SP, menyampaikan materi tentang sejarah dan jati diri partai sebagai penguatan identitas kader. Ia mengingatkan bahwa memahami akar perjuangan partai merupakan kunci menjaga konsistensi gerakan di tengah dinamika politik.

“Sejarah dan jati diri partai bukan sekadar narasi masa lalu, tetapi kompas yang akan menjaga arah perjuangan kita agar tetap berada di rel yang benar,” ungkap Eko.

Baca Juga:  Kolaborasi Jadi Kunci, NTB Libatkan Semua Elemen Perangi Stunting

Johan berharap melalui kegiatan ini, seluruh pengurus kecamatan mampu memperkuat kapasitas organisasi, menjaga integritas, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“PKS tidak hanya hadir untuk memenangkan pemilu, tetapi untuk melayani rakyat, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan keadilan. Dari kecamatan-kecamatan inilah, kita bangun kepercayaan publik dan masa depan bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan Training Orientasi Partai ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi struktur PKS di daerah dalam menghadapi tantangan politik ke depan, sekaligus memperkuat peran kader sebagai pelayan dan pembela masyarakat. (*)