Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat literasi ketahanan energi melalui pengembangan konten publik berbasis lokal.

Upaya ini diwujudkan dalam kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Penyusunan Konten Publik yang digelar di Rumah Langko, Mataram, Rabu (6/5).

Kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola informasi publik agar mampu menghasilkan konten strategis yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat terkait energi.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa komunikasi publik kini telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam membentuk kesadaran kolektif.

“Hari ini kita berada di era di mana informasi membentuk persepsi, dan persepsi membentuk perilaku. Konten yang kita produksi memiliki kekuatan untuk mengubah cara masyarakat memandang energi, dari sekadar konsumsi menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga:  NTB Butuh Program MBG, Kominfotik Siap Perkuat Publikasi dan Komunikasi

Ia menjelaskan bahwa komunikasi publik yang efektif harus melalui tiga tahapan, yakni membangun kesadaran, membentuk sikap, dan mendorong perubahan perilaku. Oleh karena itu, kualitas konten menjadi faktor kunci dalam menggerakkan partisipasi publik.

“Jika konten hanya berhenti pada penyampaian informasi, kita baru berada di tahap awal. Namun ketika mampu menyentuh nilai dan kepentingan masyarakat, di situlah perubahan perilaku mulai terjadi,” katanya.

Ahsanul juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis lokal dalam penyusunan konten. Dengan karakteristik NTB sebagai wilayah kepulauan yang memiliki potensi energi terbarukan besar, narasi yang dibangun harus relevan dengan kondisi setempat.

Baca Juga:  Jamin Akses Keadilan, Pendampingan Aktualisasi Paralegal Digelar di Sumbawa

“Konten energi di NTB tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kita memiliki desa-desa terpencil sekaligus potensi energi terbarukan yang besar, sehingga pendekatannya harus kontekstual dan berbasis data,” tegasnya.

Melalui program unggulan “Desa Berdaya”, Pemprov NTB mendorong desa menjadi pusat produksi narasi sekaligus edukasi publik terkait energi bersih dan hemat energi. Desa diharapkan berperan aktif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Ketahanan energi bukan lagi sekadar program pemerintah, melainkan harus menjadi gerakan sosial. Desa menjadi kekuatan utama dalam membangun kesadaran tersebut,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Informasi Publik Ditjen Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan komunikasi publik.

Baca Juga:  Tabrakan KRL-Agro Bromo di Bekasi Timur, Abdul Hadi Desak Evaluasi Total

“Transformasi digital menjadikan komunikasi publik semakin strategis, tidak hanya sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai penggerak komunikasi kebijakan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketahanan energi sebagai agenda prioritas nasional membutuhkan dukungan komunikasi publik yang kuat, terstruktur, serta mudah dipahami masyarakat.

Kegiatan Bimtek ini turut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya perwakilan Dewan Energi Nasional, LKPP RI, Komisi Informasi NTB, akademisi, serta Dinas Kominfo kabupaten/kota se-NTB.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengelola informasi publik mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan narasi pembangunan, sekaligus membangun budaya sadar energi yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (*)