Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menurunkan tim assessment terpadu untuk melakukan pengecekan dampak kerusakan akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbawa dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, mengatakan tim gabungan tersebut melibatkan Dinas PUPR, BPBD, dan Inspektorat, yang saat ini masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan lanjutan, termasuk menghitung kebutuhan anggaran penanganan.

“Tim assessment masih berada di lokasi untuk melakukan pengecekan lanjutan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran yang diperlukan,” ujar Dayat kepada wartawan.

Baca Juga:  26 Kepala SMA/SMK se-NTB Dilantik

Berdasarkan data sementara, bencana hidrometeorologi yang terjadi didominasi oleh banjir yang melanda 17 kecamatan dan 30 desa. Selain itu, bencana angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan pada tiga sekolah yang atapnya rusak di Desa Klungkung dan Desa Muer.

“Saat ini kami masih fokus melakukan pendataan kerusakan di lapangan sebelum dilakukan penanganan lebih lanjut, termasuk menentukan kebutuhan anggaran,” jelasnya.

Dayat mengungkapkan, dalam dua hari terakhir dampak bencana paling besar berasal dari banjir yang merendam ratusan rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian. Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Empang dan Kecamatan Tarano, khususnya Desa Labuhan Bontong, yang mengalami genangan hingga merendam puluhan rumah.

Baca Juga:  DPMD Sumbawa Pastikan 21 Desa Gelar Pilkades Tahun Ini

“Empang dan Tarano menjadi lokasi terparah terdampak bencana. Untuk membantu masyarakat, distribusi logistik sudah kami lakukan,” ujarnya.

Selain rumah warga, pendataan terhadap infrastruktur yang rusak juga masih terus dilakukan oleh tim assessment terpadu. BPBD memastikan, setelah hasil assessment rampung, penanganan lanjutan akan segera dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan.

“Untuk kebutuhan anggaran, akan kita sesuaikan dengan hasil assessment. Namun berapa pun anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan, tetap akan kita siapkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB : Kerja Sama Bali–NTB–NTT Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Di akhir pernyataannya, Dayat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sumbawa. Hal ini dipicu oleh bibit siklon tropis dari Australia yang saat ini bergerak mendekati wilayah Flores. “Bibit siklon tropis ini berpotensi menyebabkan hujan berkepanjangan dan angin kencang. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya. (*)