Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan, ST, menyalurkan ratusan ton bantuan bibit padi dan jagung kepada petani di Pulau Sumbawa.

Bantuan tersebut tersebar di lima kabupaten/kota dan disalurkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan.

Penyerahan bantuan bibit secara simbolis digelar di Kecamatan Empang, Senin (15/12) kemarin. Hadir perwakilan petani, penyuluh pertanian, serta unsur pemerintah setempat.

Dalam sambutannya, Legislator PKS Senayan tersebut menyampaikan harapannya agar bantuan bibit itu dapat membantu meringankan beban biaya produksi petani.

Baca Juga:  Resmi Dikukuhkan, Pertina KSB Bidik 5 Emas, Inilah Skuad “The Fighters” Pariri Lema Bariri

Khususnya, sambung Johan, pada musim tanam tahun ini. “Paling tidak bantuan bibit ini bisa menekan biaya produksi petani, sehingga bapak/ibu petani bisa sedikit terbantukan,” ujarnya.

Anggota DPR RI jebolan Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa itu juga menyadari bahwa, keterbatasan kuota bantuan membuat distribusi belum bisa menjangkau seluruh petani di Pulau Sumbawa.

Namun demikian, Johan menegaskan komitmennya untuk terus mengupayakan agar petani yang belum menerima bantuan tahun ini dapat terakomodasi pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Turun Langsung Tinjau Lokasi dan Korban Terdampak Banjir di Lombok

“Pertama, ini adalah bantuan dari pemerintah yang jumlahnya memang sangat terbatas. Tapi saya berharap bantuan yang sedikit ini bisa membantu bapak/ibu,” ujarnya.

“Kemudian untuk petani yang belum dapat, insyaallah akan kita upayakan agar bisa tercover di tahun berikutnya,” sambung Johan Rosihan menegaskan.

Program bantuan bibit ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah, khususnya di Pulau Sumbawa yang menjadi salah satu sentra pertanian di Provinsi NTB. (*) 

Baca Juga:  Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026