EKBIS

Kadispar NTB Ungkap Kondisi Hotel di Sumbawa

374
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, H Yusron Hadi

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menggesa berbagai persiapan terkait fasilitas akomodasi hotel dalam perhelatan akbar Motocross Grand Prix (MXGP) yang akan segera digelar di sirkuit Rocket Internasional Samota, Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, Yusron Hadi mengungkapkan, bahwa terkait akomodasi hotel penginapan diperuntukan bagi pembalap dan team, talent musisi dan tamu/penonton. Update sementara ini, kata dia, pembalap dan team sebanyak 245 orang sudah disiapkan 185 kamar di enam hotel.

Baca Juga:  Hj Niken Bangga Melihat Hasil Karya Anak NTB

Enam hotel itu, sebut Yusron Hadi, yakni Hotel Samawa Sea Side Cottage, Transit Hotel, Kaloka Airport Hotel, 99 Balong, Sumbawa Grand Hotel dan Grand Samota. Sementara untuk talent musik dan team butuh 70 kamar yang sudah disiapkan pula.

Ditambahkan mantan Kepala Dislutkan NTB itu, sampai hari ini yang sudah terisi untuk tanggal 24 hingga 26 Juni diluar akomodasi pembalap dan team maupun talent musik dan team sebanyak 190 kamar atau 330 bed.

Baca Juga:  Hj Niken Bangga Melihat Hasil Karya Anak NTB

“Itu sudah dibooking para pihak baik pemerintah maupun masyarakat, sehingga kamar hotel tersedia masih 338 kamar atau 484 bed,” ungkap Kadispar NTB.

Selain itu, kebutuhan bagi penonton tentu dilengkapi lagi dengan ketersediaan tenda untuk 2000 orang di Ai Lemak, 1500 orang di Ai Loang, termasuk rumah warga sekitar 265 yang tersebar di 5 Kecamatan.

Yaitu seperti Moyo Utara, Moyo Hulu, Moyo Hilir, Labuhan Badas, dan Unter Iwes juga akan disiapkan untuk mencukupi kebutuhan akomodasi. “Sehingga bisa menampung dua kali lipatnya dan KRI Makassar yang masih kita tunggu kepastiannya hari ini sebanyak 500 bed,” tutup Yusron Hadi. (red) 

Baca Juga:  Hj Niken Bangga Melihat Hasil Karya Anak NTB
Artikel sebelumyaKadis PUPR NTB : Tidak Benar Ada Dana Jembatan Midang dan Medas Dipindah Untuk MXGP
Artikel berikutnyaSambirang Ahmadi : Kebijakan Mana yang Dianggap Merugikan Kepentingan Bermasyarakat dan Bernegara?