Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dr. Hj. Ariyanti Dwiyani. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Produk kerajinan khas Nusa Tenggara Barat kembali menorehkan capaian di pasar internasional. Koperasi Muara Kreatif Lombok (MKL) secara resmi melepas ekspor perdana tas ketak ke Prancis dengan total pengiriman sebanyak 11.030 unit senilai sekitar Rp700 juta.

Pelepasan ekspor tersebut berlangsung di halaman kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (6/3) lalu. Kegiatan itu dihadiri perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah, serta Bappeda Lombok Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Dr. Hj. Ariyanti Dwiyani, menyampaikan bahwa ekspor ini menjadi bukti bahwa produk kerajinan daerah mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga:  Empat Desa Berdaya di Sumbawa dapat Bantuan

“Ekspor ini menjadi langkah penting bagi produk kerajinan Lombok Tengah, bahkan NTB secara umum, untuk memperluas pasar internasional,” ujarnya membenarkan adanya perihal giat ekspor tersebut, Selasa (10/03/2026).

Dipesan Perusahaan Swiss untuk Pasar Eropa

Menurut Ariyanti, pesanan tas ketak tersebut berasal dari perusahaan Helvetica Trading Swiss SA yang memasarkan produk kerajinan tersebut ke pasar Eropa, khususnya Prancis.

Untuk memenuhi pesanan tersebut, Koperasi Muara Kreatif Lombok menggandeng sejumlah pelaku UMKM anggota seperti Viola Handycraft, Rabina Handycraft, dan Nusa Anyam. “Total yang dikirim sebanyak 11.030 unit tas ketak dengan nilai sekitar Rp700 juta,” jelasnya.

Tas ketak sendiri merupakan produk kerajinan anyaman tradisional yang dibuat dari tanaman ketak, sejenis rotan liar yang banyak tumbuh di Lombok. Kerajinan ini telah lama dikenal memiliki nilai estetika tinggi dan diminati pasar internasional.

Baca Juga:  Plh Sekda NTB Berganti, Penentuan Sekda Definitif Menunggu Pusat

Melalui Pendampingan Hampir Setahun

Ariyanti menjelaskan, keberhasilan ekspor ini tidak terjadi secara instan. Proses pendampingan terhadap koperasi dan para pelaku UMKM telah dilakukan selama hampir satu tahun oleh tim Disperindag NTB.

Pendampingan tersebut meliputi peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas produksi, hingga pemenuhan persyaratan administrasi perdagangan internasional agar produk memenuhi standar ekspor.

“Pendampingan ini dilakukan agar produk benar-benar siap bersaing di pasar internasional, baik dari sisi kualitas maupun kelengkapan dokumen ekspor,” katanya.

Sinyal Positif Perdagangan NTB

Keberhasilan ekspor tas ketak ini juga dinilai menjadi sinyal positif bagi kinerja perdagangan luar negeri NTB, terutama di tengah dinamika geopolitik global.

Ariyanti menyebut bahwa konflik di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak langsung terhadap pengiriman produk ini karena pasar tujuan berada di kawasan Eropa.

Baca Juga:  Penataan Saliper Ate–Pantai Goa Berlanjut, Pemkab Sumbawa Siapkan Persyaratan Teknis

“Permintaan dari pasar Eropa masih cukup baik. Ini sekaligus menunjukkan peluang ekspor produk kerajinan NTB tetap terbuka,” ujarnya.

Dorong Lebih Banyak Produk UMKM Tembus Ekspor

Pemerintah daerah berharap keberhasilan ekspor ini dapat menjadi awal dari pengiriman berkelanjutan sekaligus membuka peluang lebih luas bagi produk UMKM NTB untuk menembus pasar global.

Selain kerajinan ketak, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB juga tengah menyiapkan sejumlah komoditas lain untuk pasar ekspor, salah satunya kemiri.

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis semakin banyak produk lokal NTB yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan nilai ekspor dan neraca perdagangan daerah. (*)