Wakil Gubernur NTB Hj Indah Dhamayanti Putri saat menghadiri perayaan hari jadi ke 18 Kabupaten Lombok Utara. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Indah Dhamayanti Putri menegaskan keterbukaan masyarakat terhadap hadirnya pariwisata sangat utama.

Meski demikian, sambung orang nomor dua di NTB itu, tidak lantas melupakan adat dan budaya yang telah diwariskan. Oleh karenanya, ia mengingatkan warisan budaya harus terus di lestarikan.

Penegasan itu sebelumnya juga telah disampaikan Wagub saat menghadiri perayaan hari jadi ke 18 Kabupaten Lombok Utara (KLU), yang diselenggarakan di halaman kantor bupati setempat beberapa hari lalu.

Wagub yang akrab disapa Ummi Dinda dalam amanatnya juga menyampaikan bahwa Lombok Utara memiliki keistimewaan dan modal besar dengan memiliki gili yang menjadi ikon dunia.

Dimana telah menjadi magnet bagi semua orang untuk datang dan melihat NTB. Oleh karena itu, pemerintah, masyarakat untuk terus bahu-membahu menjaga alam dan melestarikan budaya yang ada.

Baca Juga:  Bank NTB Syariah Luncurkan DSPAD, Perkuat Transformasi Digital Pengelolaan Pajak Daerah di NTB

“Karena semua budaya dan alam yang indah, menjadi warisan yang paling berharga bagi anak cucu kita ke depan,” ujar perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Bima dua periode tersebut.

Wagub juga mengibaratkan bahwa di Usia 18 tahun adalah tanda kedewasaan. Ibarat seorang pemuda, Lombok Utara kini sedang berada di usia yang paling bertenaga, penuh semangat dan siap berlari kencang.

Istilah semangat “keruan bagus”, semangat kolektif untuk berbuat yang terbaik bagi Gumi Paer harus dirawat. “Kita semua harus menjadi saksi bagaimana Gumi Dayan Gunung ini bangkit dari segala ujian, tegak berdiri dengan fondasi gotong royong,” terangnya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi tasyakuran yang dilaksanakan karena dirangkai dengan begitu indah dengan hadirnya parade budaya dan parade desa. Wagub menilai Parade itu adalah cerminan dari jiwa bersama, ketika alat musik gendang belek bertalu-talu.

Baca Juga:  Wakil Ketua III DPRD Sumbawa Zulfikar Demitry Apresiasi Peluncuran Kartu Sumbawa Pintar

Kemudian ketika kain tenun sesek bermotif indah dipakai dengan bangga, dan pada saat yang sama, setiap desa unjuk kebolehan. “Disitulah kita melihat jati diri Lombok Utara yang sesungguhnya,” katanya.

Di balik kebudayaan Dayan Gunung yang kaya nilai-nilai luhur, kearifan lokal dalam menjaga alam, serta yang paling membanggakan bagi masyarakat Lombok Utara, tersimpan keharmonisan antara umat beragama, menjadi modal sosial terbesar yang tidak ternilai harganya.

“Desa-desa di Lombok Utara adalah ujung tombak pembangunan jika desanya mandiri, budayanya lestari, maka daerahnya Insya Allah akan mancapai kemakmuran,” jelas Wagub Ummi Dinda.

BUKAN SEKEDAR PERJALANAN USIA, TAPI JUGA TENTANG MIMPI

Sebelumnya, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar mengungkapkan, bahwa 18 tahun bukan sekedar perjalanan usia Melainkan perjalanan tentang mimpi, harapan serta perjuangan yang harus terus di bangun bersama.

Baca Juga:  Raker APPSI 2026 : Satukan Langkah Wujudkan Transformasi Daerah Menuju Indonesia Maju

Oleh karena itu, peringatan hari jadi itu bukan hanya menjadi ruang untuk mengenang perjalanan yang telah dilalui, tapi juga menjadi momentum Untuk memperteguh tekat melanjutkan pembangunan demi kabupaten Lombok Utara yang semakin sejahtera.

“Ini menjadi momentum dan semangat inilah yang harus kita rawat sebagai landasan kita Menuju kabupaten Lombok utara yang terus berkembang mandiri dan sejahtera, tegas Najmul.

Untuk diketahui, perayaan hari jadi ke 18 KLU tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dimana tahun ini Pemkab KLU menghadirkan Parade Budaya Parade Desa dengan berbagai produk unggulan serta kerajinan lokal dari Gumi Tata Tioq Tunaq. (*)