HEADLINE

Banjir Bandang dan Longsor Melanda Enam Kecamatan di Kabupaten Sumbawa

NUSRAMEDIA.COM — Hujan dengan intensitas tinggi terjadi dibeberapa kecamatan wilayah Kabupaten Sumbawa, pada Selasa (4/4/23) pukul 15.00 Wita hingga 18.00 Wita. Mengakibatkan musibah banjir bandang dan tanah longsor di enam kecamatan.

Wilayah tersebut diantaranya, Desa Lenangguar, Desa Ledang dan Desa Rate di Kecamatan Lenangguar. Desa Lito, Desa Semamung, Desa Brang Rea, Desa Sebasang, Desa Batu Tering, dan Desa Marga Karya di Kecamatan Moyo Hulu.

Kemudian Desa Empang Bawah di Kecamatan Empang, Desa Lebin di Kecamatan Ropang, Desa Marente di Kecamatan Alas, serta Jalan Lintas Lunyuk-Sumbawa di Kecamatan Lunyuk.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa M Nurhidayat melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Rusdianto AR kepada wartawan. Dikatakan, untuk Desa Lito berdampak pada 770 jiwa di 3 Dusun, yaitu Dusun Lito A 70 jiwa, Lito B 524 jiwa dan Dusun Lito Jam 176 jiwa.

Baca Juga:  MO-BJS Deklarasi 21 Juli

“Ada 5 unit rumah hanyut dan jembatan penghubung Desa Lito-Desa Lantung jebol di bagian ujung selatan. Sehingga menyebabkan putusnya akses Jalan serta tiang penyanggah jembatan mengalami penurunan akibat tergerus air,” katanya.

“Perlu dilakukan upaya penanganan segera untuk jembatan penghubung tersebut karena merupakan akses jembatan satu-satunya dan juga merendam areal persawahan di Dusun Bage loka sekitar 50 hektar,” sambungnya lagi.

Sementara di Desa Batu Tering, banjir mengakibatkan 5 unit rumah hanyut serta 5 KK dengan 15 jiwa terdampak. Desa Marga Karya, berdampak pada beberapa rumah warga. Di Desa Semamung, banjir bandang menghanyutkan 2 unit rumah.

“Desa Brang Rea, akibat hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir bandang dan merusak 3 unit rumah hanyut serta 11 kk 44 jiwa terdampak dan 8 unit rumah separuh amblas di terjang banjir bandang dan juga terdampak pada 1 pabrik penggilingan hanyut terbawa banjir bandang,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sambut 1 Muharram, Diskominfotik NTB Gelar Pengajian Bersama

“Desa sebasang, akibat hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir bandang dan menghanyutkan 2 unit rumah serta 1 unit mobil jimny dan 1 unit mobil bak dam truk dan beberapa ruas jalan mengalami kerusakan terkikis air bah,” urainya lagi.

Kemudian di Desa Lenangguar, berdampak pada 26 KK dan lahan pertanian terendam seluas 49 Ha, di Desa Rate, menghanyutkan padi warga yang siap panen sekitar 27 Ha di lokasi Sawah Orong Reban dan sekitarnya.

Rumah warga terendam banjir hingga ketinggian 1,5 meter, terdapat beberapa ternak warga ditemukan mati ditempat di ikat, dan beberapa ternak warga yang belum ditemukan dan juga terjadi longsor pada tebing pemukiman yang semakin meluas.

Akibat hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan Infrastruktur jalan kabupaten dari simpangan Ropang menuju Desa lebin rusak parah titik terparah sepanjang 3 km. Terbagi 1,5 km sebelum masuk Dusun Lebin Desa Lebin dan 1.5 km setelah Desa Lebin menuju Dusun Selage.

Baca Juga:  Fud-Aher Makin Pede Menangkan Pilkada KSB : "Alhamdulillah, Terimakasih Pak Prabowo"

“Untuk Desa Empang Bawah, akibat hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan banjir bandang dan berdampak pada beberapa rumah warga terdampak. Kemudian hujan ini juga mengakibatkan longsor di beberapa titik jalan lintas Lunyuk-Sumbawa,” tuturnya.

“Mengakibatkan akses transportasi terganggu dan tidak bisa di lewati perlu dilakukan upaya penanganan segera dampak kejadian bencana tersebut. Termasuk di Desa Marente mengakibatkan rusaknya pipa PDAM distribusi air bersih ke masyarakat Kecamatan Alas,” imbuhnya.

Disebutkan beberapa upaya yang sudah dilakukannya yaitu melakukan koordinasi dengan pihak desa maupun kecamatan terdampak, terus memantau perkembangan di lapangan, termasuk melakukan monitoring dan assesment. “Kebutuhan mendesak saat ini yaitu dapur umum logistik air, terpal matras tenda, selimut, family kids, perlengkapan bayi, perlengkapan lansia, danair bersih,” jelasnya. (red)