Tim National Accreditation Progress (NAP) 102 SAR Mataram melaksanakan simulasi penanganan korban gempa belum lama ini. (Ist)
Tim National Accreditation Progress (NAP) 102 SAR Mataram melaksanakan simulasi penanganan korban gempa belum lama ini. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Tim National Accreditation Progress (NAP) 102 SAR Mataram melaksanakan simulasi penanganan korban gempa belum lama ini.

Simulasi dikemas dalam Latihan Satuan Urban SAR diselenggarakan Basarnas sejak tanggal 11-13 Juli 2023 lalu. Minggu (16/7), Kepala Kantor SAR Mataram, Lalu Wahyu Efendi membenarkan.

Diceritakan korban pertama jatuh dari lantai tiga bangunan tower. Oleh karenanya, diperlukan cara khusus untuk menjangkau korban. Ini mengingat akses yang sulit.

Dalam proses evakuasi, sambung Kakan SAR Mataram, tim harus menggunakan tali sebagai jalur utama. Adapun skenario berikutnya, yang mana satu korban tertima reruntuhan bagunan sebuah penginapan.

Baca Juga:  Terjun Langsung Tinjau Banjir Sernu, Wabup Sumbawa Instruksikan Penataan Total Drainase

Dalam kasus ini, kata dia, tim harus menyingkirkan berbagai benda. Baik yang menghalangi akses, maupun menimpa korban, memberi penyangga, hingga memotong/membobol beton.

Selain diperuntukan dalam penanganan korban direruntuhan, latihan tersebut sebagai persiapan akreditasi/klasifikasi yang rencananya akan dilaksanakan pada Agustus 2023 mendatang.

“Akreditasi untuk kelas light, dengan call sign tim urban SAR kami adalah NAP (National Accreditation Progress) 102,” jelas Lalu Wahyu Efendi melalui keterangan tertulisnya yang diterima media ini.

Sebelumnya empat Unit Pelaksana Teknis (UPT), lanjutnya, ditunjuk Basarnas sebagai salah satu pilot project pembentukan Tim Urban SAR, Salah satunya adalah Kantor SAR Mataram.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pimpin Komando Terpadu Lintas OPD

Latihan itu, lebih jauh disampaikan Lalu Wahyu Efendi, telah terlaksana selama tiga hari. Ini menggunakan SOP Internasional. “Sehingga kita memiliki sistem yang sama dengan tim rescue dari negara lain,” pungkasnya. (red)