Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST saat menghadiri acara Halal Bihalah PKS Dompu. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, mengajak seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kabupaten Dompu untuk memperkuat arah gerakan dakwah dan politik yang lebih terukur, teratur, dan terstruktur (3T) dalam momentum Halal Bihalal kader, baru-baru ini.

Dalam arahannya, Johan Rosihan menegaskan bahwa gerakan kader tidak boleh berjalan secara spontan atau ‘afawiyyah’ (sekenanya), melainkan harus memiliki kejelasan tujuan dan pola kerja yang sistematis.

“Gerak kita tidak boleh sekadar berjalan tanpa arah. Harus jelas ujung dan pangkalnya. Ada ukuran, ada keteraturan, dan ada struktur yang mengikat,” ujarnya di hadapan kader PKS Kabupaten Dompu.

Baca Juga:  Pemprov NTB dan IOA Satukan Kekuatan, Penguatan Guru Jadi Agenda Mendesak

Dijelaskan Johan, terdapat tiga mata rantai gerak yang menjadi kunci lahirnya aksi nyata dalam perjuangan kader, yaitu gerakan yang terukur (muqaddar), teratur (murattab), dan terstruktur (munadzam).

Ketiga hal ini, menurut pria yang duduk di Komisi IV DPR RI tersebut, menjadi fondasi penting dalam membangun efektivitas gerakan jamaah. “Kalau tiga ini terpenuhi, maka yang lahir adalah aksi,” kata Johan Rosihan.

“Tapi kalau tidak, kita hanya akan sibuk bereaksi terhadap keadaan. Padahal yang dibutuhkan umat hari ini adalah aksi, bukan sekadar reaksi,” sambung Legislator Senayan jebolan Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa tersebut.

Baca Juga:  Pulau Kaung Diproyeksikan Jadi Desa Penyangga Strategis

Johan Rosihan juga lantas mengibaratkan pentingnya keterpaduan gerakan kader seperti tasbih. Dimana setiap butir memiliki ukuran yang sama, terhubung dalam satu arah, dan diikat oleh satu tali yang kokoh.

“Jamaah ini harus seperti tasbih. Kuat karena terikat, rapi karena teratur, dan bergerak dalam satu tujuan yang sama,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Pimpinan Badan Penganggaran (Banggar) MPR RI tersebut.

Dalam kesempatan itu, Johan juga mengajak kader PKS Dompu untuk menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai titik konsolidasi gerakan, tidak hanya dalam konteks silaturahim, tetapi juga sebagai ruang untuk menyusun kembali strategi perjuangan.

Baca Juga:  Dukung SE Bupati, DPRD KSB : "Bangun Budaya Kerja Efektif, Efisien dan Humanis"

Ia menekankan bahwa PKS harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, dengan kerja-kerja nyata yang berdampak dan berkelanjutan. “PKS di Dompu harus tampil sebagai pelaku perubahan. Tidak menunggu masalah datang, tetapi hadir lebih awal dengan solusi. Dari Dompu, kita hadirkan aksi, bukan sekadar reaksi,” pungkasnya.

Momentum Halal Bihalal ini diharapkan menjadi penguat soliditas kader sekaligus penegas arah gerakan PKS dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan politik ke depan. (*)