Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) bagi perempuan muda NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan resmi menggandeng IBM Corporation, Yayasan Dian Sastrowardoyo, dan Markoding Digital Hub dalam program Beasiswa Perempuan Inovasi Generasi (PIG) AI 2026.

Kegiatan sosialisasi dan workshop tersebut digelar di Aula Handayani, Selasa (26/05/2026). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) bagi perempuan muda NTB usia 16–30 tahun tanpa memandang latar belakang pendidikan.

Sekretaris Dinas Dikpora NTB, Bowo Susatyo, S.Sos., M.Si., yang hadir membuka kegiatan secara resmi menegaskan bahwa penguatan kompetensi digital perempuan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.

Baca Juga:  Pisah Sambut Kapolda NTB, Gubernur Tekankan Soliditas Jaga Stabilitas Daerah

“Ini merupakan salah satu modal utama untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB sekaligus memutus mata rantai persoalan sosial seperti perkawinan anak, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai tantangan sosial lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengajak para peserta memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin. “Raih peluang emas ini dan jangan menjadi manusia yang merugi,” pesannya menyemangati peserta workshop.

Menurutnya, program ini diharapkan mampu melahirkan ratusan talenta digital perempuan NTB yang dapat menciptakan inovasi, membuka peluang usaha, serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi dan pendidikan daerah menuju Generasi Emas 2045.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmizi, S.Kom., M.E., mengungkapkan bahwa hingga saat ini program kepemudaan yang dijalankan pihaknya telah melatih sekitar 1.500 pemuda di NTB.

Baca Juga:  Bupati Jarot Tegas : Kayu Illegal Logging Dicacah, Alat Berat Segera Ditertibkan

Ia menegaskan, pelatihan AI ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung agar peserta mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, hingga pengembangan bisnis digital.

“Harapannya, ilmu yang didapat bisa menjadi bekal menciptakan inovasi dan peluang usaha baru,” katanya.

Pada sesi materi, psikolog Pujiarohman, S.Psi., M.Psi. membahas tantangan psikologis di era teknologi baru. Ia mengingatkan bahwa AI memiliki dampak positif sekaligus risiko ketergantungan jika tidak digunakan secara bijak.

“AI ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi mempermudah pekerjaan, namun di sisi lain bisa membuat otak tumpul karena ketergantungan,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB : Desa Berdaya Tematik Perkuat Ekonomi dan Tekan Kemiskinan

Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dalam bidang teknologi karena kualitas perempuan akan sangat menentukan kualitas bangsa di masa depan.

Sementara itu, Project Manager Markoding Digital Hub, Erwin Gutawa, S.Pd., memaparkan bahwa program beasiswa ini dirancang dengan kurikulum komprehensif berbasis tiga pilar utama, yakni technical skill, soft skill, dan career development.

Peserta nantinya akan mengikuti empat tahapan seleksi dan pelatihan, mulai dari basic training, bootcamp, top 6 demo, hingga pendampingan karier menuju dunia kerja.

Melalui program ini, Dikpora NTB berharap lahir generasi perempuan digital yang mampu bersaing di era kecerdasan buatan sekaligus menjadi motor penggerak inovasi daerah di masa depan. (*)