Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, H. Johan Rosihan, ST saat melakukan penyembelihan hewab kurban di Rumah Aspirasi Johan Rosihan, Kabupaten Sumbawa. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Semangat berbagi kebahagiaan yang ditunjukkan Johan Rosihan tampaknya tak pernah surut. Tradisi berkurban yang telah ia jalankan sejak lama tetap istiqomah dilakukan, bahkan jauh sebelum dirinya duduk sebagai anggota DPR RI.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini bertugas di Komisi IV DPR RI itu kembali menebar manfaat pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026 dengan menyalurkan belasan hewan kurban di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menurut Johan Rosihan, total hewan kurban yang disalurkan khusus di Pulau Sumbawa mencapai 19 ekor, terdiri dari 16 sapi dan 3 kambing. “Kalau untuk di Pulau Sumbawa saja itu sekitar 16 sapi dan 3 kambing,” ujarnya kepada wartawan.

Penyaluran hewan kurban tersebut dilakukan di berbagai wilayah daerah pemilihannya. Johan juga menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang dibagikan berasal dari dana pribadinya. Pernyataan itu disampaikan usai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Rumah Aspirasi (RA) Johan Rosihan, Kabupaten Sumbawa, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga:  Bank NTB Syariah Tegaskan Layanan Pembiayaan Berjalan Sesuai Prinsip Syariah dan Regulasi

Istiqomah Berbagi dan Menebar Manfaat

Tak hanya di Pulau Sumbawa, Johan Rosihan juga menyalurkan hewan kurban di wilayah Pulau Lombok-NTB. Jika digabungkan secara keseluruhan, jumlah hewan kurban yang disalurkan dalam lingkup NTB itu mencapai puluhan ekor.

Ia mengaku bahagia dan bersyukur masih diberikan kesempatan untuk terus berbagi manfaat kepada masyarakat, terutama pada momentum Hari Raya Idul Adha yang sarat makna spiritual dan sosial.

Menurutnya, ibadah kurban tidak boleh dimaknai sekadar penyembelihan hewan semata, melainkan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia.

“Kurban ini adalah syiar Islam. Artinya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi kurban itu tidak boleh dimaknai hanya sekadar penyembelihan hewan,” kata Anggota DPR RI jebolan Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa tersebut.

“Menyembelih hewan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah itu secara vertikal. Dalam saat yang sama, dagingnya juga kita sebar untuk memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia,” sambungnya.

Baca Juga:  Komisi III DPRD NTB Setujui Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, PAD Diproyeksi Naik Rp182,84 Miliar

Kurban Dorong Perputaran Ekonomi

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian dan peternakan, Johan Rosihan menilai momentum Idul Adha juga memiliki dampak besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya peternak sapi di Pulau Sumbawa.

Ia menyebut Pulau Sumbawa selama ini dikenal sebagai salah satu sumber utama sapi potong nasional, terutama spesies sapi Bali yang banyak dipasok ke berbagai daerah di Indonesia.

“Berapa ribu sapi dari Pulau Sumbawa ini yang setiap tahun diberangkatkan ke Jabodetabek dan Pulau Jawa secara keseluruhan untuk menyukseskan program Hari Raya Kurban,” ujarnya.

Menurutnya, tingginya kebutuhan hewan kurban setiap tahun menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat peternak. Karena itu, pemerintah diminta hadir memberikan perhatian serius terhadap sektor tersebut.

Tegaskan Pentingnya Dukungan Pemerintah

Johan Rosihan menekankan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam pelayanan kesehatan hewan dan transportasi distribusi ternak. Hal itu dinilai penting agar kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjaga kualitas ternak lokal.

Baca Juga:  Johan Rosihan Dorong Generasi Muda Sumbawa Bangun Kepemimpinan Berbasis Integritas dan Pengabdian

“Pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik, baik kesehatan hewannya maupun transportasinya. Karena ini sudah menjadi kebutuhan publik, maka pemerintah harus hadir di situ,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kurban memiliki dimensi yang luas, bukan hanya hubungan spiritual kepada Allah SWT, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya ingin mengatakan bahwa kurban itu bukan hanya hubungan spiritual kita kepada Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan kita dengan masyarakat sekaligus program pemberdayaan ekonomi bagi para peternak kita,” katanya.

Menutup pernyataannya, Johan Rosihan menyebut semangat itulah yang mendasari tema kurban PKS tahun ini. “Itulah kenapa kami di PKS mengambil tagline kurban tahun ini: Berkurban, Berbagi, Berdaya,” pungkasnya. (*)