POLITIK

Pria Ini Daftar Jadi Bakal Calon Kades Jalan Kaki 3 Km Sendirian

69

NUSRAMEDIA.COM — Ada hal yang cukup mencuri perhatian publik dilakukan oleh seorang pria asal Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Betapa tidak, pria yang diketahui bernama Anharditia itu berjalan kaki sendirian sejauh 3 kilometer (Km) untuk memdaftarkan diri sebagai bakal calon (balon) kepala desa (kades).

Yakni balon kades Pandan Indah. Hebatnya, Anharditia mendaftar berjalan kaki 3 km sendiri tanpa ditemani masyarakat atau para pendukungnya pada Senin (20/6) lalu. Balon Kades Pandan Indah-Anharditia yang dikonfirmasi pada Rabu (22/6) membenarkan hal tersebut. Diungkapkan Anhar, bahwa ada beberapa alasan dirinya berjalan kaki sendirian sejauh 3 Km jika dihitung pulang pergi.

“Saya mendaftar dengan berjalan kaki karena, ingin menunjukkan kepada Pemerintah Loteng dan warga desa Pandan Indah,” kata pria yang kerap disapa Anhar ini. “Bahwa jalan yang saya lewati yang belum berubah fisiknya, jika saya terpilih kembali, maka ini akan menjadi prioritas yang harus saya selesaikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  PKS Siapkan Iwan Surambian ke DPRD NTB, Abdul Hadi ke DPR RI?

Selain itu pula, dirinya menjelaskan mengapa tidak melibatkan banyak orang saat mendaftar lantaran tidak ingin mengganggu aktivitas masyarakat. “Saya lakukan proses pendaftaran seorang diri tanpa melibatkan orang banyak, karena sampai saat ini saya masih menjadi kepala desa yang aktif. Tentu saya harus lebih bijak untuk tidak melibatkan orang banyak dan tidak mau mengganggu aktivitas masyarakat lain,” katanya.

“Pada jam sembilan, sepuluh seperti saat ini warga banyak yang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Jadi saya tidak ingin menganggu aktivitas masyarakat,” tambah Anhar. Kemudian dia juga mengungkapkan, tidak melibatkan masyarakat pada saat mendaftarkan diri, karena tidak menginginkan adanya pemicu konflik yang timbul ditengah masyarakat.

Baca Juga:  Zoltano Ribli Nahkodai Partai Berkarya Lombok Barat

“Saya juga tidak mau adanya pemicu konflik yang timbul. Karena itu saya tidak melibatkan orang banyak pada saat saya mendaftar tadi,” tegas Anhar. “Sebelum berangkat mendaftar, saya juga meminta restu kepada semua keluarga. Karena orang tua saya sudah tidak ada. Oleh karena itu saya minta restu kepada keluarga khsusnya kakak tertua saya,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Pandan Indah-Kusnadi mengatakan, sampai Senin (20/6) lalu sudah dua bakal calon yang mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa. “Sebelumnya kita sudah melakukan sosiaslisasi kesemua dusun. Pendaftaran kita mulai buka pada tanggal 13 Juni dan pada tanggal 21 Juni terakhir pendaftaran,” tuturnya.

Baca Juga:  PDI-P KSB Target Tambah Kursi

Tahapan selanjutnya yang akan dilaksanakan ialah verifikasi syarat dukungan, penelitian administrasi, dan pada tanggal 22 Juli akan diumumkan kepada bakal calon apakah lulus atau tidak. “Sesuai persyaratan yang sudag diatur dalam Perbup, bahwa syarat untuk lulus menjadi calon kepala desa yaitu 12% persen dari jumlah DPT terahir. Jumlah DPT kita sekarang sebanyak 3669 yang diambil dari DPT saat pemilu legislatif 2019,” pungkasnya. (red) 

Artikel sebelumyaPolres Sumbawa Amankan Sabu 2,14 Gram
Artikel berikutnyaPemda Diharapkan Lebih Serius Menata Isu PMI