POLITIK

Soal Pilihan Politik, Kader Muda NW : “Tarung Bebas Saja”

101
Kader Muda NW, M Fihiruddin. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — M Fihiruddin yang tak lain adalah mantan Sekwil Pemuda Nahdlatul Wathan (NW) menyampaikan pandangannya. Ini berkaitan dengan arah dukungan politik NW.

Pasalnya, belakangan ini cukup mencuat elit NW terafiliasi ke dua partai politik yakni Gerindra dan Golkar. Menyikapi dinamika itu, ia mengajak jamaah untuk meneladani pendiri NW.

Yaitu TGKH M Zainuddin Abdul Madjid. Karena Kader Muda NW itu menilai Maulana Syaikh memberikan ruang bagi kader untuk berhikmat di partai manapun.

Baca Juga:  Sambut Baik Pencapresan Anies Baswedan, NasDem NTB Siapkan Strategi

Bahkan, dia menegaskan, NW seharusnya kembali ke trilogi perjuangan Maulana Syaikh. Yakni Sosial, Pendidikan dan Dakwah.

Apabila berbicara dalam konteks tersebut, maka kader tidak punya pilihan lain selain kembali ke rumah besar (NW). “Silahkan secara politik berpencar,” kata Fihiruddin, Jum’at (12/8) di Mataram.

“Tapi nanti ketika berbicara spirit perjuangan, kita kembali ke rumah besar. Berdiaspora,” imbuh pria yang disebut-sebut akan maju ke DPR RI melalui Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini.

Baca Juga:  JK Siap Bertarung di Pilkada KSB

Menurut Fihir, NW perlu belajar akan sikap terbuka dalam berpolitik layaknya ormas lain. Seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya yang menempatkan kader dipartai mananpun.

Oleh karenanya, Fihir yang juga dikenal dengan jargon “Bibit Unggul NTB” tersebut menegaskan, bahwa terkait dinamika politik itu, bukanlah hal yang harus dipusingkan.

“Tarung bebas saja. Merebut hati jamaah. Kalau jamaah itu kembali ke trilogi perjuangan, ndak akan galau,” tegas Fihir menyarankan.

Menurut dia, fungsi kader adalah mengejawantahkan nilai perjuangan Maulana Syaikh. Dia juga berpesan, agar kader tidak terseret arus dinamika politik hingga harus mengesampingkan tugas utamanya.

Baca Juga:  JK Siap Bertarung di Pilkada KSB

“Membangun madrasah, majelis taklim di dusun dan dasan, itulah fungsi kader. Jangan kita lupa terlalu asik berpolitik, sehingga kita lupa tanggungjawab utama kita,” demikian Fihiruddin. (red) 

Artikel sebelumyaUmmi Rohmi : “Makan Makanan yang Bergizi”
Artikel berikutnyaVanili Terbaik Indonesia Ada di NTB