Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani masalah stunting pada anak.

Ia menyampaikan bahwa pemenuhan gizi saja tidak cukup, tetapi juga diperlukan kasih sayang, perhatian, kebahagiaan, dan kerukunan dalam keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Bakti Stunting yang diselenggarakan di Desa Berdaya, Kabupaten Lombok Timur, yang berlangsung di Puskesmas Kotaraja.

“Stunting tidak hanya soal asupan makanan, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan keluarga memberikan sentuhan dan perhatian penuh kepada anak,” katanya.

“Faktor psikologis sangat berperan dalam tumbuh kembang mereka,” ujar Wagub Indah Dhamayanti Putri. Ia juga mengingatkan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah.

Baca Juga:  Menjaga "Tau dan Tana Samawa" : Catatan Johan Rosihan untuk Sumbawa di Usia ke-67

Termasuk organisasi-organisasi masyarakat seperti PKK dan GOW, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk terus bekerja sama dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, Wagub Indah berharap agar intervensi penanganan stunting tidak hanya dilakukan di wilayah yang angka kerawanannya sudah menurun.

Tetapi juga, kata dia, sampai ke daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan tinggi dalam hal stunting. “Kita tidak boleh puas hanya dengan penurunan angka di beberapa titik saja,” ujarnya.

“Kita harus pastikan bahwa upaya penanganan ini menjangkau setiap daerah, terutama yang angka kerawanannya masih tinggi,” sambung orang nomor dua di NTB tersebut.

Baca Juga:  Rp11,9 Miliar Lebih BOSP PAUD Mengalir ke Sumbawa

Selain itu, Wagub juga menekankan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini, khususnya pada anak-anak. Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan langkah-langkah preventif ketimbang pengobatan.

“Pencegahan jauh lebih mudah dan efektif daripada pengobatan. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit,” tambahnya.

Menurutnya, ibu rumah tangga juga memiliki peran besar dalam menjaga kebersihan di rumah dan memberikan contoh yang baik kepada anak-anak.

Baca Juga:  Menuju Usia ke-67, Legislator Udayana asal Sumbawa Titip Harapan

Di akhir sambutannya, Indah Dhamayanti Putri mengingatkan tenaga kesehatan untuk senantiasa memberikan pelayanan dengan keramahan dan senyum, yang dapat memberikan ketenangan bagi pasien.

“Senyum dari petugas kesehatan bisa menjadi terapi awal yang sangat berarti bagi pasien. Ini bukan hanya soal pengobatan fisik, tetapi juga pengobatan psikologis,” ujarnya.

Acara Bakti Stunting di Puskesmas Kotaraja ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah NTB untuk terus berupaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di wilayah tersebut. (*)