
NUSRAMEDIA.COM — Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Dapil V Sumbawa–Sumbawa Barat, H. Salman Alfarizi, S.H., mengapresiasi langkah tegas Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Apresiasi itu disampaikan menyusul kegelisahan publik terhadap kondisi sejumlah bukit yang kian gundul, terutama di kawasan Bendungan Beringin Sila yang kini tampak hampir tandus. Menurut Haji Salman, kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi semua pihak untuk segera bertindak.
Legislator PAN Udayana itu menilai, bahwa pembentukan dan pengerahan Satuan Tugas (Satgas) Hutan/Lingkungan oleh Bupati Jarot merupakan langkah tepat dan berani dalam menghentikan kerusakan hutan yang terus terjadi.
“Tentu kita apresiasi, karena itu langkah nyata, tegas, dan berani. Kami menilai langkah Pak Bupati Jarot sudah tepat. Sekarang tinggal kita tunggu hasil kerja satgas,” tegas Anggota Komisi II DPRD NTB itu, Jum’at (12/12/2025).
Sebagai legislator yang berasal dari wilayah bagian barat Sumbawa, Haji Salman mengakui bahwa kondisi bukit di atas Bendungan Beringin Sila memang sangat memprihatinkan.
“Kondisinya cukup memprihatinkan dan harus segera disikapi. Jika dibiarkan berlarut, dampak negatifnya akan jauh lebih besar,” ujarnya.
■ Bukit Gundul Beringin Sila Jadi Sorotan
Sebelumnya, dalam Seminar Inovasi Daerah dan Rakor Penanaman Pohon serta Pengumuman Pemenang LIDA Kabupaten Sumbawa 2025 di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III, Rabu (10/12), Bupati Jarot menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, akademisi, inovator, mahasiswa, dan pelajar.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyatakan bahwa inovasi dan kelestarian lingkungan harus berjalan beriringan. Ia mengapresiasi karya peserta LIDA yang mampu menawarkan solusi untuk pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat.
Namun di tengah fokus pada inovasi itu, Bupati Jarot mengungkap kegelisahan mendalam terhadap kondisi bukit di atas Bendungan Beringin Sila yang kini gundul. Situasi itu disebutnya sebagai alarm serius bagi semua pihak.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia langsung mengerahkan tim untuk melakukan penertiban sekaligus menetapkan kawasan itu sebagai lokasi prioritas dalam program Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari, termasuk gerakan penanaman satu juta pohon.
■ Satgas Hutan Bergerak, Isu Tambang Diluruskan
Bupati Jarot juga menanggapi dinamika publik terkait pembentukan Satgas Hutan yang sempat memicu aksi demonstrasi dari pihak tertentu yang mengaitkannya dengan isu tambang.
Ia menegaskan bahwa izin tambang merupakan kewenangan pemerintah pusat, sementara kerusakan hutan akibat illegal logging adalah persoalan daerah yang harus segera ditangani. Satgas Hutan yang dibentuk pemerintah daerah kini mulai bergerak menindak praktik pembalakan liar di sejumlah titik rawan.
Dalam pernyataannya, Bupati Jarot menegaskan komitmen pribadinya dalam menjaga masa depan lingkungan Sumbawa. “Saya rela masuk penjara demi menyelamatkan daerah ini, demi menyelamatkan sumber daya alam Sumbawa,” tegasnya, yang disambut tepuk tangan peserta. (*)













