Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Sumbawa.

Giat itu digelar di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Jumat (23/1/2026). Ini menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai moral bagi masyarakat Sumbawa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sumbawa, para mantan Bupati, unsur Forkopimda, Staf Ahli, para Asisten, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, para Kepala OPD, Ketua MUI, Kepala Kementerian Agama, serta ratusan jamaah yang memadati masjid.

Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti Tabligh Akbar tersebut.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh jamaah yang telah meninggalkan aktivitas masing-masing untuk hadir bersama pada malam yang penuh cahaya ini,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Pemkab Sumbawa Tak "Tutup Mata", DLH Siapkan Sejumlah Langkah Atasi Persoalan Sampah

Bupati Sumbawa mengungkapkan bahwa di usia 67 tahun, Kabupaten Sumbawa telah melalui berbagai fase perjalanan, mulai dari masa penuh harapan, masa sulit, hingga masa-masa ujian yang tidak selalu mudah.

Ia juga menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang terjadi pasca peringatan HUT ke-67 Kabupaten Sumbawa. Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak sehari sebelumnya dilaporkan telah berdampak pada 11 kecamatan dari 24 kecamatan di wilayah Sumbawa.

“Laporan hari ini menyebutkan ada sawah dan rumah warga yang tergenang air, bahkan di beberapa lokasi terjadi puting beliung. Ini menjadi ujian sekaligus pengingat bagi kita semua,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa menekankan pentingnya pembangunan spiritual sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan fisik tidak akan bermakna tanpa diiringi penguatan nilai moral dan akhlak.

Baca Juga:  Dikbud Sumbawa Ajak Seluruh Elemen Terus Berkolaborasi Majukan Pendidikan

“Pembangunan fisik dan pembangunan spiritual tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Jalan yang mulus akan kehilangan makna jika hati kita berlubang. Gedung yang megah akan terasa hampa jika akhlak kita runtuh,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan falsafah hidup masyarakat Sumbawa: “Adat barenti lako sara, sara barenti lako Kitabullah, kataket lako nene ka ngila boat lenge.”

Adat berpegang teguh kepada agama, agama berpegang kepada Kitabullah, takut kepada Allah dan malu berbuat keburukan. Nilai ini, menurutnya, bukan sekadar ungkapan adat, tetapi pondasi moral yang harus terus dijaga agar Sumbawa tetap teduh, rukun, dan santun dalam keberagaman.

Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Ahmad Nurul Huda menyampaikan tausiah tentang pentingnya makna sebuah nama. Menurutnya, nama bukan sekadar identitas, tetapi juga doa yang melekat sepanjang hidup seseorang.

Baca Juga:  Pemprov NTB Siapkan Perluasan Landfill dan Waste to Energy

“Nama adalah doa dan identitas. Karena itu, mari kita pikirkan nama yang baik untuk anak-anak kita, karena nama adalah harapan,” ujarnya.

KH. Ahmad Nurul Huda juga menekankan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada stagnasi tradisi tanpa inovasi.

“Kita harus siap dengan perubahan, karena semua di dunia ini berubah. Namun syarat menjadi unggul sebagai hamba Allah adalah menjaga tradisi lama yang baik, sambil tetap terbuka terhadap perubahan,” jelasnya.

Menutup ceramahnya, KH. Ahmad Nurul Huda mendoakan Bupati Sumbawa agar senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan dalam perjuangan, dan selalu dekat dengan rakyat. “Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi pribadi unggul, kota unggul, dan Kabupaten Sumbawa yang unggul. Amin Allahumma Amin,” tutupnya. (*)