SOSMAS

HMS Gelar Safari Gemarikan di Sumbawa

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, Dr. H. Muhammad Syafrudin (HMS) atau juga biasa disapa Rudhy Mbojo. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. H. Muhammad Syafrudin (HMS) menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menggelar Safari Gemar Memakan Ikan (Gemarikan) di Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan yang terselenggara pada Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu itu telah terlaksana belum lama ini. Kegiatan itu juga merupakan salah satu upaya bersama dalam rangka memerangi stunting di Pulau Sumbawa.

Salah satunya caranya, adalah dengan gemar memakan ikan. Didin selaku Tenaga Ahli HMS menjelaskan, bahwa stunting sudah menjadi salah satu fokus utama di Indonesia dan masih harus dilakukan pencegahan hingga saat ini.

Menurut WHO, ungkap dia, stunting sendiri diketahui sebagai gangguan tumbuh kembang anak yang ditandai dengan tubuh pendek. Ini lantaran kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, ataupun stimulasi yang tidak memadai.

HMS menyoroti beberapa faktor rendahnya konsumsi ikan di NTB. Pertama, kurangnya pemahaman masyarakat tentang gizi dan manfaat protein ikan bagi kesehatan dan kecerdasan. Kedua, rendahnya sosialisasi tentang penting konsumsi ikan.

“Konsumsi ikan dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan gizi, sehingga dapat membantu dalam pencegahan stunting,” kata Didin pada Kamis (8/2/2024).

“Gemarikan adalah gerakan moral yang memotivasi masyarakat untuk mengkonsumsi ikan secara teratur dalam jumlah disyaratkan bagi kesehatan agar terbentuk manusia Indonesia yang sehat, kuat dan cerdas,” imbuhnya.

Meski angka stunting mulai menunjukkan penurunan di Pulau Sumbawa, namun pemerintah daerah terus melakukan upaya pencegahan dalam menyikapi stunting.

Salah satunya adalah melalui gerakan gemarikan bersama Komisi IV DPR RI, KKP RI dan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tenaga Ahli HMS itu berharap terus terjadinya peningkatan infrastruktur untuk memperbaiki kualitas dan kerersediaan makanan laut. menetapkan pertaturan pemerintah tentang praktik perikanan berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, standar dan kualitas ikan.

Termasuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya konsumsi Ikan dalam pemenuhan sumber gizi dan keamanan hidup bagi masyarakat Pulau Sumbawa. “Kita sadar betul,” ujarnya.

“Bahwa untuk mewujudkan salah satu tujuan nasional 2040 mencetak Indonesia generasi emas, itu harus dimulai sejak anak-anak ini usia balita. Gizi mereka harus tercukupi, kesehatan mereka harus memadai,” katanya.

“Sehingga dari sinilah kami upayakan betul faktor yang sangat fundamental ini untuk kita garap bersama-sama dalam rangka mewujudkan tujuan nasional tersebut,” sambungnya lagi.

Berdasarkan data SSGI 2021, diungkapkannya bahwa prevalensi stunting rata-rata di NTB di angka 31,4 persen. Target di akhir 2022 adalah bisa mencapai 26,85 persen. Sedangkan di 2023 bisa menurun lagi menjadi 22,42 persen, sehingga di tahun 2024 bisa menuju angka prevalensi stunting di 17,98 persen. (red)