Pameran Temporer Museum Negeri NTB bertema “Kain dan Diplomasi Budaya”. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Dhamayanti Putri, menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan. Pesan tersebut ia sampaikan saat membuka Pameran Temporer Museum Negeri NTB bertema “Kain dan Diplomasi Budaya”, yang berlangsung mulai 10 Desember 2025 hingga 24 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Wagub menekankan nilai historis kain tradisional sebagai penanda perjalanan panjang peradaban masyarakat NTB. “Sejak ribuan tahun yang lalu, kain tidak sekadar menjadi benda pakai, tetapi juga menjadi dokumen sejarah yang ditenun, diwarnai, dan dihidupkan oleh tangan-tangan penjaga tradisi. Di setiap helai benang, tersimpan falsafah leluhur, sistem pengetahuan, kosmologi, serta doa dan harapan untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Baca Juga:  Diseminasi KFR 2025 NTB Dorong Sinergi Fiskal dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Ia menambahkan bahwa budaya tidak hanya diwariskan, melainkan harus terus dihidupkan, diadaptasi, dan dilibatkan dalam percakapan global. Melalui pameran ini, Wagub berharap generasi muda semakin memahami bahwa kain tradisional bukan sekadar karya seni atau komoditas, tetapi identitas, cermin sejarah, dan simbol martabat masyarakat NTB.

Kain sebagai Jejak Jiwa dan Karakter Pulau-Pulau di NTB

Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa pameran ini menghadirkan ruang pembelajaran mendalam tentang jejak sejarah dan karakter masyarakat NTB. “Dari jejak-jejak kecil, dari benang-benang inilah kita memahami jiwa, napas, dan karakter masyarakat Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Saya sengaja menyebut pulau, bukan langsung ‘Provinsi NTB’, karena setiap pulau memiliki giroh, jalur budaya, proses, dan sejarah yang berbeda-beda. Keduanya sama-sama kaya, tapi unik dengan caranya masing-masing,” ujarnya.

Baca Juga:  Pesan Bunda Sinta : Belanja Lebaran yang Bermanfaat

Sinta juga mengungkapkan harapannya agar negosiasi Museum Negeri NTB untuk menghadirkan kembali beberapa motif kain legendaris yang saat ini berada di luar negeri dapat membuahkan hasil. Dengan begitu, masyarakat NTB dapat menyaksikan kembali motif-motif bersejarah tersebut dan mempelajari makna serta kisah yang terkandung di dalamnya.

Pameran yang Mempertemukan Sejarah, Identitas, dan Diplomasi Budaya

Pameran “Kain dan Diplomasi Budaya” tidak hanya menampilkan warisan tekstil tradisional, tetapi juga mengangkat peran kain sebagai simbol diplomasi budaya yang menghubungkan masyarakat NTB dengan dunia luar. Kain dianggap bukan hanya objek estetika, melainkan medium komunikasi yang menjembatani nilai-nilai lokal dengan percakapan global.

Baca Juga:  PMI Dea Malela Gelar Iftar Jama’i dan Haflah Tilawatil Qur’an, Perkuat Syiar Islam di Sumbawa

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Nunung Triningsih, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pendidikan NTB, Lalu Hamdi, Kepala Divisi Hukum Umum Kanwil Kemenkumham NTB, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Lombok Tengah, dan Lombok Utara.

Pameran ini diharapkan menjadi momentum penguatan identitas budaya NTB, sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami kedalaman makna di balik setiap helai kain tradisional. (*)