

NUSRAMEDIA.COM — Sebagai salah satu bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Akhdiansyah menyatakan optimis dirinya akan terpilih kembali di Udayana.
Optimis itu bukan tanpa alasan. Ini lantaran dukungan masyarakat yang ada di Dapil VI meliputi Dompu, Bima dan Kota Bima itu terus mengalir dan menguat. Oleh karenanya, ia meyakini akan kembali mendapatkan mandat dari masyarakat yang ada di dapilnya.
“Optimisme dan keyakinan untuk terpilih kembali itu, Insya Allah masih sangat kuat. Masih 100 persen, bahkan lebih dari itu. Meski memang banyak pesaing yang akan dihadapi,” kata politisi Partai Kebangkita Bangsa (PKB) tersebut.
“Namun mengutip filosopi politik, bahwa pertarungan politik adalah selayaknua petarung di ring tinju. Ketika sudah masuk di ring tinju, maka pilihannya adalah bertarung. Meski dalam kondisi apapun keadaannya,” imbuhnya.
Menurut pria yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Bapemperda DPRD NTB itu, bahwa pertarungan dalam ring politik bukan sesuatu hal yang baru bagi mantan aktivis PMII Mataram ini.
Bahkan sejak dirinya belum menyandang status sebagai anggota dewan sekitar 2014 lalu, pria yang kerap disapa Guru To’i itu juga pernah terjungkal dan kalah dalam pertarungan. Kemudian, dia pun memilih bangkit dengan totalitas dan akhirnya terpilih.
“Kemudian bangkit kembali dan ikut bertarung kembali tahun 2019 dan akhirnya berhasil lolos ke parlemen Udayana. Ini artinya bahwa infrastruktur dan kemampuan strategi politik itu sangat berharga dari periodisasi pertarungan,” urainya.
“2014 berbeda dengan 2019. Begitu pun 2019 akan berbeda lagi dengan di tahun 2024 nanti,” sambung anggota DPRD NTB dari Dapil Dompu, Bima dan Kota Bima yang duduk di Komisi II ini.
Pihaknya mengaku sangat optimis dengan akan adanya peningkatan dukungan dari masyarakat Dapil VI (Dompu, Bima dan Kota Bima) terhadap keterwakilannya di dewan.
“Optimis meningkat, karena infrastruktur politik yang dibangun itu sudah settle dan sedikit demi sedikit mulai ada ekspansif secara positif,” tegas Guru To’i.
Selama mengemban tugas sebagai anggota DPRD NTB, pihaknya mengaku memberikan porsi perhatian dalam aspek pendidikan dan aspek perekonomian masyarakat serta infrastruktur dasar.
“Meski program-program yang diperjuangkannya melalui bentuk pokir Dewan tidak begitu masif dan signifikansi anggarannya tidak terlalu besar karena adanya kendala pandemi COVID19,” ujarnya.
“Akan tetapi sebarannya merata disemua wilayah Dapil. Dan itu sangat dipahami karena tupoksi anggota Dewan tidak seluas seperti tupoksi yang dimiliki eksekutif,” lanjut Akhdiansyah lagi.
Selain mengcover anggaran dari dana pokir untuk membantu program kemasyarakatan, akses bantuan anggaran yang bersumber dari Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Desa juga ikut diperjuangkannya.
Ini untuk membantu masyarakat yang menjadi konstituennya. “Baik itu program tenaga kerja mandiri, program padat karya, serta bantuan-bantuan usaha diperjuangkan untuk membantu masyarakat konstituen,” ujarnya.
Menurut Akhdiansyah, perjuangan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Dapil VI masih harus terus digalakan, khususnya pada aspek pemenuhan aspek infrastruktur dasar.
“Aspek infrastruktur dasar ini masih harus terus dipenuhi. Begitupun dalam aspek ekonomi dan sosialnya. Perjuangan untuk memenuhi aspek-aspek ini akan terus kami galakkan,” tutupnya. (red)













