Ketua Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Satriawandi. (Ist)
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Satriawandi. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ketua Komisi II DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lalu Satriawandi meminta Pemerintah Daerah (Pemda) agar memaksimalkan upaya dalam mengatasi ancaman kekeringan ekstream akibat adanya fenomena El Nino di NTB.

“Harus ada upaya koordinasi antara (pemda) provinsi dan kabupaten/kota dalam menghadapi El Nino,” kata pria yang juga Sekretaris DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Nusa Tenggara Barat tersebut di Kota Mataram.

Menurut dia, keseriusan pemerintah harus dibuktikan dengan langkah kongkrit yang diperlukan sebagai antisipasi menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Baik dari sisi pertanian, ekonomi, ketahanan dan krisis pangan serta dampak sosial.

Baca Juga:  DPRD Sumbawa Minta Distribusi "Gas Melon" Dibongkar Ulang

“Karena itu anggaran yang sekiranya memungkinkan untuk diprioritaskan menghadapi itu harus dipikirkan sehingga jangan sampai tidak teralokasi anggaran menghadapi situasi tak terduga,” tutur Lalu Satriawandi.

Dia meyakini, dana belanja tidak terduga (BTT) oleh kabupaten/kota bisa dialokasikan. Karena dananya juga diperuntukkan untuk hal semacam itu (El Nino). “Dana BTT harus bisa dialokasikan segera mungkin,” katanya.

“Karena dana ini dalam rangka implementasikan kerawanan yang terjadi. Seperti krisis air bersih untuk masyarakat, apalagi ini kebutuhan utama, karena sangat vital,” sambung Lalu Satriawandi.

Baca Juga:  PMI Dea Malela Gelar Iftar Jama’i dan Haflah Tilawatil Qur’an, Perkuat Syiar Islam di Sumbawa

Ditegaskannya, bahwa terkait hal ini, pihaknya mengaku juga sudah meminta upaya antisipasi. Baik itu dengan Bulog maupun Pemprov. “Tapi perlu ada relokasi,” kata Lalu Satriawandi.

Tak hanya itu, Ketua Komisi II DPRD NTB tersebut juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkungan provinsi dan kabupaten/kota bersiap melakukan upaya antisipasi El Nino.

“Kita imbau OPD untuk bersiap dan mengambil langkah kongkrit. Jangan sampai OPD ini justru tidak serius menangani masalah ini,” demikian Lalu Satriawansi menambahka. (red) 

Baca Juga:  Didampingi Jarot-Ansori, Gubernur Iqbal Buka Ramadhan Camp 2026 di Sumbawa