"Pengembangan Dakwah Kultural di kalangan Milenial dan Gen-Z" di Universitas Muhammadiyah Mataram. (Ist)
“Pengembangan Dakwah Kultural di kalangan Milenial dan Gen-Z” di Universitas Muhammadiyah Mataram. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Dr. Najamuddin Amy sekaligus Ketua Lembaga Kerjasama dan Kemitraan Strategis Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB hadir mengisi Pengajian Ramadhan Muhammadiyah 1445 H dengan tema “Pengembangan Dakwah Kultural di kalangan Milenial dan Gen-Z” di Universitas Muhammadiyah Mataram.

Doktor Najam sapaan akrabnya Kepala Dinas Kominfotik NTB tersebut menjelaskan pengembangan dakwah di berbagai platform media sosial saat ini membutuhkan kehati-hatian serta bijak untuk memanfaatkannya. Perkembangan teknologi informasi saat ini menjadi komplit bersamaan dengan segala resiko dan dampaknya.

Baca Juga:  Bupati Jarot Dorong Kolaborasi Lintas Sektor, Percepatan Pengentasan Kemiskinan di Sumbawa

“Untuk itu, pengembangan dakwah di berbagai platform media sosial harus hati-hati dan bijak,” seru Doktor Najam dihadapan puluhan pimpinan wilayah Muhammadiyah yang hadir. Menurut dia, perkembangan digital saat ini menjadi boomerang dan berkah untuk mengembangkan dakwah-dakwah di kalangan generasi milenial dan Z dan sebagai bonus demografi.

Generasi milineal dan Z jangan lengah, larut dan seolah menuhankan Artifficial Intelijent (AI) dan digitalisasi. Jangan sombong bahwa seolah teknologi dan digitalisasi bisa segala-galanya. Ingat, AI ini belum ada apa2nya dengan kekuasaan Allah SWT. Celestial Digital itu lebih dahsyat dari teknologi apapun*

Baca Juga:  Ukir Prestasi di Universitas Indonesia, Dua Tim SMA Dea Malela Sumbang Medali Perunggu di ISIF dan NSIF 2026

“Digitalisasi dan teknologi hanyalah alat, hanya wasilah dan hanyalah tools untuk memudahkan praktik keseharian kita. Membantu pekerjaan kita. Tapi bukan bukan tujuan kita. Sejatinya tujuan hamba Allah itu hanyalah beribadah kepadaNya,” jelas Doktor Najam.

Karenanya bijaklah memilih platform media sosial dalam berkomunikasi, dalam berdakwah. Buat konten bermanfaat, edukatif dan inspiratif. Apalagi bisa produktif dan menjadi solusi bagi maslahat ummat. Selain itu, pemateri dari Komisioner KPID NTB, Yusron Saudi berbicara tentang pemanfaatan platform media sosial sebagai tambahan cuan bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov NTB Mantapkan Ekosistem Keuangan Syariah, Pembiayaan UMKM Jadi Prioritas

Dalam pengajian tersebut turut dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor Ummat dan jajarannya Civitas Akademika UMMAT, PWM, Majelis/Lembaga dan AUM serta dihadiri oleh PDM Kabupaten Kota se NTB. Acara puncak ini sekaligus ditutup dengan penyerahan bantuan sembako ramadhan kepada kaum dhuafa dan fakir miskin. (red)