Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) nampak serius bakal melakukan revitalisasi Pelabuhan Perikanan Soro Adu Dompu. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) nampak serius bakal melakukan revitalisasi Pelabuhan Perikanan Soro Adu Dompu.

Pasalnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB telah menggelar Kick-off Meeting penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk pengembangan pelabuhan tersebut.

Perihal Kick-off Meeting penyusunan DED untuk pengembangan pelabuhan tersebut dibenarkan oleh Kepala Dislutkan Provinsi NTB, Muslim pada Selasa (28/10/2025).

“Kami memandang penyusunan DED sangat penting,” tegasnya. Menurut dia, penyusunan DED harus mengacu pada kondisi faktual di lapangan, serta selaras dengan hasil Feasibility Study (FS).

Bahkan FS atau kerap dikenal dengan Studi Kelayakan itu, saat ini tengah memasuki tahap akhir penyelesaian. Kegiatan tersebut ditargetkan rampung tahun ini.

Baca Juga:  PMI Dea Malela Gelar Iftar Jama’i dan Haflah Tilawatil Qur’an, Perkuat Syiar Islam di Sumbawa

Revitalisasi Pelabuhan Perikanan Soro Adu Dompu menjadi perhatian serius, sebab posisi pelabuhan tersebut dinilai sangat strategis. Karena merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan di NTB yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia.

Tak hanya itu, bahkan keberadaan pelabuhan tersebut dinilai dekat dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 573 serta Australia. Lokasi WPP 573 terbentang mulai dari Selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara.

Kemudian Laut Sawu, Laut Timor bagian barat, dikenal sebagai penghasil spesies ikan ekonomis penting, seperti cakalang, tuna mata besar, tuna albakora, madidihang, tongkol, tenggiri, dan lemuru.

Baca Juga:  NTB dan Kemensos Perkuat Sinergi Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Masalah Sosial

Sehingga pengembangan Pelabuhan Perikanan Soro Adu merupakan bagian dari strategi Pemprov NTB, untuk memperkuat rantai nilai di sektor kelautan dan perikanan.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi ekonomi daerah melalui pengembangan subsektor perikanan budidaya, perikanan tangkap, serta pengolahan hasil perikanan,” terangnya.

Dia berharap seluruh proses bisa berjalan lancar dan sesuai dengan kebijakan yang telah dirumuskan dalam studi kelayakan tersebut. “Sinkronisasi antara FS dan DED menjadi kunci agar hasil perencanaan dapat diimplementasikan secara efektif,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemprov NTB Konsisten Jaga Stabilitas Harga Pangan Lewat GPM di Ramadan

Kick-off Meeting tersebut, kata Muslim, menjadi langkah awal koordinasi teknis antara pemerintah provinsi, pelaksana teknis, dan konsultan agar proses penyusunan DED dapat berjalan tepat waktu dan berkualitas.

Lebih lanjut, hasil DED juga akan menjadi bagian penting dalam penyusunan profil penawaran investasi Pemerintah Provinsi NTB kepada pihak swasta, dunia usaha, dan investor.

Penawaran ini akan dilengkapi dengan berbagai jenis insentif investasi yang diatur dalam Peraturan Gubernur NTB Nomor 10 Tahun 2016, guna mendorong minat investasi dan percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di NTB. (Adv/*)