Kepala Dinas PMPTSP Provinsi NTB Irnadi Kusuma saat turun langsung meninjau progres investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H. Irnadi Kusuma, S.STP., ME, bersama Sekretaris Dinas Dadang Fajar, S.STP., MM dan tim penanaman modal, turun langsung meninjau progres investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan realisasi investasi berjalan sesuai rencana sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan para investor. Rombongan disambut langsung oleh manajemen ITDC Mandalika selaku pengelola kawasan.

Dalam keterangannya, H. Irnadi menegaskan bahwa Mandalika kini bukan hanya kebanggaan NTB, tetapi juga wajah Indonesia di mata dunia. Dengan kalender event internasional yang terus berlanjut, kesiapan kawasan dan kepastian investasi menjadi kunci utama.

Baca Juga:  Menjaga "Tau dan Tana Samawa" : Catatan Johan Rosihan untuk Sumbawa di Usia ke-67

“Mandalika sudah menjadi destinasi kelas dunia. Karena itu, komunikasi harus terus dijaga sejak awal. Kita ingin mengetahui prioritas Mandalika di tahun 2026 dan memastikan setiap kendala, baik teknis maupun nonteknis, bisa diselesaikan bersama. Pemerintah provinsi hadir untuk memberi solusi, bukan sekadar mengawasi,” tegas Irnadi.

Ia menambahkan, peninjauan ini juga menjadi sarana bagi DPMPTSP NTB untuk melihat langsung kondisi di lapangan, memastikan pelayanan perizinan, fasilitasi investasi, serta dukungan kebijakan benar-benar dirasakan oleh investor.

Baca Juga:  DPRD Sumbawa Desak Pemda Serius Tangani Persoalan Sampah

Progres Investasi KEK Mandalika

Dalam pemaparan pihak ITDC, KEK Mandalika memiliki luas sekitar 1.250 hektare, dengan lahan yang telah dikuasai dan dikelola efektif mencapai 1.175 hektare. Batas kawasan kini sudah jelas secara fisik, mulai dari ruas jalan provinsi, kawasan bypass, hingga zona sirkuit internasional.

ITDC juga telah mengantongi perizinan kawasan berupa masterplan dan secara rutin menyampaikan laporan pengelolaan kawasan kepada pemerintah pusat. Sejumlah investor telah masuk dan merealisasikan proyek, khususnya di sektor pariwisata, perhotelan, hiburan, serta fasilitas pendukung event internasional.

Selain itu, infrastruktur dasar seperti jalan kawasan, utilitas, dan konektivitas terus diperkuat untuk mendukung kenyamanan investor dan wisatawan.

Baca Juga:  Kurangi Rujukan ke Luar Daerah, NTB Mantapkan Pengampuan Layanan Jantung

Kolaborasi Jadi Kunci

Sekretaris DPMPTSP NTB, Dadang Fajar, menambahkan bahwa keberhasilan KEK Mandalika tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten, pengelola kawasan, serta pelaku usaha.

“Kalau komunikasi lancar, investasi akan lebih cepat terealisasi. Pemerintah harus responsif, investor merasa aman, dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, Pemprov NTB berharap Mandalika tidak hanya menjadi pusat event internasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat posisi NTB sebagai tujuan investasi unggulan di Indonesia. (*)