Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh. Faozal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Moh. Faozal, menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera melakukan adaptasi menyeluruh terhadap pemberlakuan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin (19/1). Mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Plh. Sekda menegaskan bahwa implementasi SOTK yang efektif berlaku sejak 1 Januari 2026.

Dimana menuntut kesiapan mental, profesionalisme, serta kemampuan manajerial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan fungsi yang baru. “Kepada seluruh ASN, khususnya pada OPD yang mengalami penyesuaian struktur,” katanya.

Baca Juga:  HUT Sumbawa ke-67, Ketua DPRD : Momentum Titik Balik Menuju Tau dan Tana Samawa Lebih Maju dan Sejahtera

“Saya instruksikan untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan rincian tugas yang baru. Transisi ini merupakan bagian dari penguatan organisasi agar pelayanan publik semakin lincah dan responsif,” sambung Faozal dalam amanatnya.

Ia menekankan bahwa perubahan struktur organisasi bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari agenda reformasi birokrasi untuk meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Meski demikian, Plh. Sekda mengakui masih terdapat keterbatasan fasilitas penunjang di sejumlah unit kerja. Namun, Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk melakukan pemenuhan sarana dan prasarana secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Baca Juga:  Sumbawa Terima Bantuan Kebencanaan dari BNPB

“Kami terus berupaya melengkapi infrastruktur pendukung agar setiap OPD mampu memberikan standar pelayanan yang optimal dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

ANTISIPASI CUACA EKSTREM, (BTT) DISIAGAKAN

Dalam kesempatan tersebut, Plh. Sekda juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di NTB. Pemerintah Provinsi telah menyiagakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp16 miliar untuk penanganan dampak bencana banjir dan angin puting beliung.

Dana tersebut diperuntukkan bagi lima daerah terdampak, yakni Kabupaten Bima, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur.

Baca Juga:  Gubernur NTB Dorong Kemandirian Ekonomi Masjid

“Alokasi dana BTT ini merupakan bukti kehadiran negara dalam situasi darurat. Komitmen kami jelas, memberikan perlindungan maksimal dan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

APRESIASI ASN PURNA BAKTI

Menutup rangkaian upacara, dilakukan prosesi penyerahan tabungan masa tua kepada sejumlah ASN yang memasuki masa purna bakti. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan Pemerintah Provinsi NTB atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian panjang para ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat. (*)