Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM – Persoalan sampah di Kabupaten Sumbawa hingga kini masih menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) besar yang belum sepenuhnya teratasi.

Meski demikian, Pemkab Sumbawa menegaskan tidak menutup mata dan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis guna menyikapi dan mengatasi permasalahan tersebut.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memaksimalkan penanganan sampah di Tana Samawa, meski dihadapkan pada sejumlah keterbatasan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng, mengakui bahwa persoalan sampah memang masih menjadi tantangan serius hingga saat ini.

Menurut Pipin kerap Kepala Dinas LH Sumbawa itu disapa, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan persoalan sampah belum dapat ditangani secara optimal.

“Memang persoalan sampah ini masih menjadi PR bagi kita. Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya,” ujar Pipin saat dikonfirmasi NUSRAMEDIA, Selasa (27/01/2026).

Baca Juga:  HUT ke-67 Sumbawa, Momentum Bangun SDM Unggul dan Berdaya Saing

Salah satu faktor utama, lanjut Pipin, adalah masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Padahal, pemilahan sampah menjadi kunci penting dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah masih sangat kurang. Ini tentu berdampak besar terhadap sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya petugas kebersihan, juga menjadi kendala tersendiri bagi DLH dalam menjalankan pelayanan kebersihan, terutama dalam hal pengangkutan sampah.

“Kami juga masih kekurangan petugas kebersihan. Ini berdampak pada pelayanan pengangkutan sampah yang belum bisa maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur NTB Dorong Kemandirian Ekonomi Masjid

Tak hanya persoalan SDM, kondisi TPA di Kabupaten Sumbawa juga menjadi perhatian serius. Pipin mengungkapkan bahwa saat ini TPA telah berada pada kondisi over kapasitas.

“TPA kita saat ini sudah mencapai kapasitas puncak. Sementara volume sampah yang masuk setiap harinya cukup besar capai 120 ton,” beber Pipin. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan tersebut, pemerintah daerah tidak tinggal diam.

DLH Kabupaten Sumbawa, kata Kepala Dinas LH tersebut, pihaknya terus berupaya mencari solusi dan melakukan langkah-langkah konkret untuk menekan persoalan sampah.

Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah akan mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai bagian dari strategi pengurangan sampah sebelum masuk ke TPA.

“Saat ini kami sedang berupaya mereaktivasi TPS3R. Tahun ini kami coba untuk aktifkan kembali. Ini menjadi salah satu solusi untuk menyikapi persoalan sampah,” terangnya.

Baca Juga:  Laskar Sasak Datangi Gubernur NTB

Selain reaktivasi TPS3R, DLH Sumbawa juga berencana menggalakkan kembali program sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang baik dan benar.

“Kami akan terus mengupayakan sosialisasi penyadaran masyarakat. Sebelumnya hal ini juga sudah dilakukan bekerja sama dengan pihak kecamatan dan kelurahan,” tambahnya.

Pipin menegaskan, dengan segala keterbatasan yang ada, DLH Kabupaten Sumbawa tetap berkomitmen untuk bekerja secara maksimal dalam menangani persoalan sampah demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

“Yang pasti, dengan segala keterbatasan ini kami akan berupaya semaksimal mungkin dan tidak menutup mata dalam menyikapi persoalan sampah di Sumbawa,” pungkasnya. (*)