
NUSRAMEDIA.COM – DPRD Kabupaten Sumbawa meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar lebih serius dan maksimal dalam menangani persoalan sampah.
Pasalnya, hingga saat ini pihak DPRD Sumbawa menyoroti masih banyak ditemukan sampah yang dibuang sembarangan, terutama di pinggiran jalan dan area publik.
“Saat ini kita masih melihat sampah ada di mana-mana,” kata Wakil Rakyat Sumbawa Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov kepada NUSRAMEDIA saat ditemui di ruang kerjanya.
“Untuk itu kami meminta agar dinas terkait bisa lebih serius dalam menangani persoalan sampah ini,” sambung pria yang juga merupakan Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa itu.
Meski demikian, ia mengatakan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata tentang keterbatasan armada ataupun petugas, namun lebih kepada soal kesadaraan masyarakat.
Karena menurut pihaknya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dinilainya masih kurang. Oleh karenanya, persoalan sampah harus dimulai dari penyadaran masing-masing.
Hal ini pun, tegas Dewan Takdir membutuhkan upaya serius. Salah satunya dengan menggencarkan sosialisasi sebagai ikhtiar memberikan pemahaman sekaligus penyadaran kepada masyarakat.
“Selain tindakan dari pemerintah, yang tidak kalah penting adalah edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan harus terus ditanamkan, terutama di saluran drainase yang bisa memicu terjadinya banjir,” tegasnya.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sumbawa itu juga menilai, Pemerintah Kabupaten Sumbawa harus benar-benar menjadikan penanganan sampah sebagai prioritas. Menurutnya, penghargaan Adipura yang pernah diraih tidak boleh hanya dijadikan simbol atau hadiah semata.
“Adipura itu seharusnya mencerminkan kondisi daerah yang benar-benar bersih dan bebas dari sampah, bukan sekadar penghargaan tanpa dibarengi kondisi riil di lapangan,” harap Dewan Muhammad Takdir.
Apabila permasalahan terletak pada keterbatasan armada pengangkut sampah, maka pemerintah harus berani menambah fasilitas pendukung. Namun jika akar masalahnya adalah perilaku masyarakat, maka pendekatan edukasi dan sosialisasi harus lebih ditingkatkan.
“Kalau armada kurang, ya ditambah. Kalau kesadaran masyarakat yang masih rendah, maka sosialisasi dan edukasinya harus diperkuat. Intinya, persoalan sampah ini harus ditangani secara serius dan menyeluruh,” pungkas Takdir. (*)













