Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMindag) Sumbawa, E. S. Adi Nusantara. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memperkirakan kebutuhan anggaran lebih dari Rp20 miliar untuk pembangunan pasar induk di kawasan Sumer Payung.

Proyek strategis ini dirancang sebagai pusat distribusi sekaligus kawasan pergudangan terpadu guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMindag) Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah masih memfokuskan pada penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) dan Detail Engineering Design (DED).

“Saat ini kita tengah menyelesaikan studi kelayakan dan DED terlebih dahulu. Lahan seluas 10 hektare juga sudah kami siapkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hikmah Idul Fitri dalam Perspektif Scientia Sacra

Target Pembangunan Mulai 2027

Adi menegaskan, dokumen FS dan DED menjadi syarat utama sebelum pengajuan anggaran ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kedua dokumen tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Dengan kesiapan dokumen tersebut, Pemkab berharap pembangunan fisik pasar induk dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027 melalui dukungan anggaran pemerintah pusat. “Harapannya di 2027 anggaran dari kementerian bisa turun dan pembangunan segera dimulai,” jelasnya.

Konsep Ganda: Pasar dan Pergudangan

Pasar induk Sumer Payung tidak hanya difungsikan sebagai pusat perdagangan, tetapi juga akan dilengkapi fasilitas pergudangan yang dapat disewakan kepada investor.

Baca Juga:  Wastra NTB Tembus Australia, Strategi Budaya Menuju Pasar Global

Konsep ini diyakini mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor jasa sewa gudang dan aktivitas logistik.

“Pasar ini memiliki dua fungsi, yakni sebagai pasar dan pergudangan, sehingga bisa mendongkrak pendapatan daerah,” ungkap Adi.

Pasar Seketeng Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

Sementara itu, pasar tradisional Seketeng yang saat ini masih beroperasi tidak akan ditinggalkan. Pemkab Sumbawa justru berencana mengembangkan kawasan tersebut menjadi pasar modern sekaligus sentra kuliner dan kerajinan khas daerah.

Transformasi ini diharapkan mampu menarik wisatawan serta memperkuat identitas lokal Sumbawa. “Pasar Seketeng akan kita jadikan sentra kuliner dan kerajinan, sehingga tetap memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  PKS Sumbawa Gerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas

Dukung Hilirisasi, Cold Storage Juga Dikaji

Selain pembangunan pasar induk, Pemkab Sumbawa juga tengah mengkaji pembangunan fasilitas cold storage di kawasan yang sama. Fasilitas ini dinilai strategis untuk mendukung pengolahan dan distribusi komoditas perikanan, khususnya udang.

Dengan integrasi pasar induk dan cold storage, Sumbawa ditargetkan menjadi salah satu gerbang ekspor komoditas unggulan di wilayah timur Indonesia. “Ke depan, kita ingin Sumbawa menjadi gerbang ekspor udang,” pungkasnya. (*)