
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) terus memperkuat strategi promosi produk unggulan daerah melalui pengembangan konsep “BALE KITA”, sebuah ruang pemasaran berbasis kearifan lokal yang mengintegrasikan identitas budaya dengan kebutuhan pasar modern.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas, tidak hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga dalam aspek branding, kurasi, dan pengalaman konsumen.
■ Ruang Bersama Berbasis Kearifan Lokal
Kepala Balai Kemasan Promosi Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BKP3UD) Disperindag NTB, M. Achiyat Winata, menjelaskan bahwa BALE KITA dirancang sebagai ruang kolaboratif yang merepresentasikan nilai-nilai lokal sekaligus menjawab tantangan pasar modern.
“BALE KITA dimaknai sebagai rumah bersama. Tempat berkreasi, berinovasi, terbuka, dan tetap menjaga keaslian produk NTB,” ujarnya. Ia menegaskan, konsep ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan bagian dari penataan ulang sistem promosi agar lebih adaptif, terkurasi, dan kompetitif.
■ Kurasi Ketat dan Pendampingan UMKM
Melalui BALE KITA, setiap produk yang dipasarkan akan melewati proses kurasi yang lebih ketat, mulai dari kualitas, legalitas, hingga kemasan. Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan.
“Produk yang masuk tidak hanya ditampilkan, tetapi dipersiapkan agar benar-benar siap bersaing,” jelas Achiyat. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan standar baru bagi produk unggulan NTB agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
■ Menguatkan Nilai Cerita (Story Value)
Salah satu strategi utama dalam konsep BALE KITA adalah penguatan story value pada setiap produk. Produk tidak hanya dijual sebagai barang, tetapi juga sebagai representasi budaya dan identitas daerah.
Setiap produk akan dilengkapi dengan narasi mengenai asal-usul, proses produksi, hingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya. “Yang kita jual bukan hanya produk, tetapi juga cerita dan identitas di baliknya,” tambahnya. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan nilai jual sekaligus membangun kedekatan emosional antara konsumen dan produk lokal.
■ Dukungan Event dan Ekspansi Pasar
Pemprov NTB menargetkan BALE KITA akan segera diluncurkan untuk mendukung momentum event internasional seperti Rinjani 100. Selain itu, strategi promosi juga akan diperkuat melalui digitalisasi dan kolaborasi lintas perangkat daerah guna memperluas jangkauan pasar.
Ke depan, perluasan pasar akan dilakukan melalui kemitraan dengan ritel modern serta penguatan titik promosi di lokasi strategis seperti bandara dan destinasi wisata unggulan.
■ Optimisme Dorong UMKM Naik Kelas
Saat ini, tercatat sebanyak 418 pelaku UMKM dengan lebih dari 5.700 produk telah menjadi bagian dari ekosistem pemasaran yang akan diperkuat melalui BALE KITA. Pemprov NTB optimistis, inovasi ini akan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem promosi yang lebih kuat, sekaligus memperkokoh posisi produk lokal NTB di pasar nasional hingga global. (*)













