Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri Charity Night 2026 di Auditorium Raodah Bank NTB Syariah. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Indonesian Overseas Alumni (IOA) menggelar Charity Night 2026 sebagai langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kapasitas guru di daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Raodah Bank NTB Syariah, Senin (06/04/2016) itu sekaligus menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak lagi dapat bertumpu pada pemerintah semata.

Momemtum ini menjadi titik temu strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama membangun pendidikan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat.

Kolaborasi Jadi Fondasi Transformasi Pendidikan

Mengusung tema penguatan kapasitas guru di Lombok, program ini dirancang sebagai langkah strategis berbasis kemitraan antara pemerintah daerah, IOA, dan sektor swasta.

Baca Juga:  Krisis Global Menguat, Johan Rosihan Minta PKS Jadi Solusi

Pada tahap awal, program akan difokuskan di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Utara, dengan pendekatan peningkatan kompetensi guru, pendampingan berkelanjutan, serta penguatan ekosistem pembelajaran.

Ekspansi program ditargetkan menjangkau seluruh kabupaten/kota di NTB secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Gubernur: Guru Adalah Ujung Tombak Kemajuan Daerah

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa peran guru sangat krusial dalam menentukan arah kemajuan daerah. “Pendidikan adalah kunci kemajuan daerah,” katanya.

“Guru adalah ujung tombak yang bekerja dengan ketulusan luar biasa, bahkan melampaui kewajibannya. Karena itu, penguatan kapasitas guru menjadi prioritas utama kami di NTB,” imbuhnya.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Nyata, Golkar Sumbawa Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Alas

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan berbagai pihak. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” tuturnya.

“Kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas,” tegasnya lagi. Sebagai bentuk komitmen nyata, Gubernur NTB turut memberikan kontribusi pribadi sebesar Rp25 juta dalam kegiatan tersebut.

Lebih dari Amal: Investasi Jangka Panjang SDM NTB

Gubernur menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau amal sesaat, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi masa depan. Program ini akan berjalan secara sistematis dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tak Ikuti Tren Daerah Lain, Sumbawa Pertahankan Sistem WFO

Melalui forum ini, Pemprov NTB juga membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha, komunitas, dan masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam memperkuat ekosistem pendidikan.

Momentum Gotong Royong Bangun Generasi Unggul

Charity Night 2026 menjadi momentum penting dalam menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah, bahwa penguatan kapasitas guru bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong sebagai fondasi dalam membangun generasi NTB yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di masa depan. “Semakin besar kolaborasi yang terbangun, semakin luas dampak yang bisa kita hadirkan bagi pendidikan NTB,” tutup Gubernur. (*)