Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi dibuka di Praya, Lombok Tengah, Senin malam (9/6). Di hadapan ribuan masyarakat dan kafilah dari seluruh kabupaten/kota, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal mengajak masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sekaligus membangkitkan kembali kejayaan prestasi Tilawatil Qur’an NTB di tingkat nasional dan internasional.

Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan penuh khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sekretaris Umum LPTQ Pusat yang juga Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, Lc., M.A., Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri selaku tuan rumah, para bupati dan wali kota se-NTB, unsur Forkopimda, para tuan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat yang memadati arena utama MTQ.

Rangkaian pembukaan diawali dengan parade kafilah dari 10 kabupaten/kota se-NTB dan Parade Kalam Langit yang membawakan lantunan Surah Al-Isra ayat 9–10 serta Surah Al-Hasyr ayat 21. Suasana religius yang menyelimuti arena MTQ semakin menguatkan pesan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup dan sumber kemuliaan umat.

Sebagai tuan rumah, Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Semangat tersebut, menurutnya, telah terlihat sejak malam ta’aruf hingga pawai ta’aruf yang diikuti sekitar 5.000 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di NTB.

Baca Juga:  254 Siswa SMPN 1 Sumbawa Lulus 100 Persen, Pelepasan Berlangsung Haru dan Penuh Kebanggaan

Pathul Bahri juga memaparkan berbagai program pembinaan Al-Qur’an yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, mulai dari pemberian hadiah umrah bagi peserta berprestasi, insentif bagi guru ngaji, hingga dukungan pendidikan bagi para hafiz dan hafizah, termasuk kesempatan melanjutkan studi pada Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dan Universitas Islam Al-Azhar.

Bahkan, secara terbuka ia mengajak seluruh kepala daerah di NTB memperkuat kolaborasi untuk syiar Al-Qur’an. “Kalau ada aturan urunan untuk kegiatan syiar Islam yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB, kami siap patungan bersama-sama Bupati/Walikota, masing-masing sebesar Rp1 miliar untuk membumikan Al-Qur’an di NTB,” ujarnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Pusat Prof. Muchlis M. Hanafi mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat NTB dalam menyukseskan MTQ XXXI. Menurutnya, atmosfer penyelenggaraan MTQ di Lombok Tengah memiliki nuansa yang tidak kalah dengan MTQ tingkat nasional.

“Saya merasakan semangat yang luar biasa. Masyarakat NTB menunjukkan kecintaan yang sangat kuat terhadap Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa NTB adalah daerah yang religius dan berbudaya,” ungkapnya.

Prof. Muchlis menegaskan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca, menghafal, atau menafsirkan Al-Qur’an, tetapi juga bagian dari gerakan besar membangun literasi Al-Qur’an agar nilai-nilainya dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Tim Kementerian PU Verifikasi Lahan 15 Hektare, Pembangunan Sekolah Rakyat Sumbawa Segera Dieksekusi

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa MTQ harus dimaknai lebih dari sekadar kompetisi keagamaan. Menurutnya, MTQ merupakan ikhtiar bersama untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun masyarakat yang berakhlak, harmonis, dan bermartabat.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca dengan suara yang indah, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kebaikan. Karena itu, MTQ adalah cara kita memuliakan Al-Qur’an sekaligus memuliakan akhlak,” tegas Gubernur.

Mengusung tema “Masmirah Mendunia Menebar Rahmatan Lil Alamin”, MTQ XXXI diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, menebarkan kedamaian, dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai inspirasi pembangunan daerah.

Gubernur mengatakan NTB memiliki tradisi panjang dalam melahirkan qari dan qariah berprestasi yang pernah mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, MTQ tahun ini harus menjadi momentum kebangkitan kembali prestasi Al-Qur’an NTB.

“Dulu NTB selalu menjadi daerah yang diperhitungkan dan hampir selalu berada di tiga besar nasional. Dari Lombok Tengah malam ini, kita teguhkan tekad untuk mengembalikan kejayaan tersebut dan melahirkan kembali qari dan qariah terbaik yang mampu membawa nama NTB ke tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Baca Juga:  Festival Sumbawa Hijau Lestari 2026 Perkuat Kolaborasi Menuju Kabupaten Berkelanjutan

Menurut Gubernur, sebagai daerah yang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Masjid, NTB memiliki modal sosial dan spiritual yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan Tilawatil Qur’an di Indonesia.

“Kalau Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, maka bukan sesuatu yang berlebihan jika kita bercita-cita menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Dan Insya Allah, NTB siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat nasional pada masa yang akan datang,” tegasnya.

Pembukaan MTQ XXXI kemudian ditandai dengan pemukulan beduk oleh Gubernur NTB bersama Wakil Gubernur, para kepala daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh agama sebagai simbol dimulainya rangkaian musabaqah. Prosesi tersebut berlangsung semarak dengan atraksi budaya yang memadukan nuansa religius dan kearifan lokal masyarakat NTB.

Kemeriahan malam pembukaan mencapai puncaknya saat ratusan penari menampilkan Tarian Kolosal “Rahmatan Lil Alamin” yang memadukan seni, budaya, dan pesan-pesan keislaman dalam satu harmoni pertunjukan yang memukau ribuan penonton.

Di bawah gemuruh syiar Al-Qur’an dan semangat kebersamaan yang terasa sepanjang malam, pembukaan MTQ XXXI menjadi lebih dari sekadar seremoni. Perhelatan ini menegaskan tekad bersama untuk terus membumikan Al-Qur’an, memperkuat akhlak generasi, mempererat persaudaraan, serta mengembalikan kejayaan prestasi Al-Qur’an NTB menuju panggung nasional dan dunia. (*)