
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat penataan aparatur sipil negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta berbasis kompetensi. Sebanyak 450 ASN jabatan fungsional diusulkan untuk mengikuti proses profiling ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan ASN yang lebih terukur, transparan, dan berbasis kinerja. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa, Budi Santoso, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa profiling ASN sangat penting untuk memastikan penempatan dan promosi jabatan dilakukan secara objektif.
“Profiling ini menjadi dasar agar penempatan dan promosi ASN benar-benar sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya,” ujarnya. Ia menjelaskan, pada tahap awal pemerintah daerah telah menuntaskan profiling terhadap 550 pejabat struktural. Hasil pemetaan tersebut kini menjadi acuan dalam menentukan ASN yang layak masuk dalam skema promosi berbasis kinerja dan potensi.
Memasuki tahap berikutnya, sebanyak 450 ASN dari jabatan fungsional diusulkan untuk menjalani profiling lanjutan di BKN. Proses ini ditargetkan rampung pada 2026, sejalan dengan kebijakan nasional terkait manajemen talenta ASN. Dalam sistem tersebut, ASN akan dipetakan ke dalam sejumlah kategori berdasarkan kinerja dan potensi.
Mereka yang masuk kategori prioritas—seperti kelompok dengan nilai tertinggi—akan menjadi kandidat utama dalam pengembangan karier dan promosi jabatan. “ASN yang berada pada kategori unggulan akan diprioritaskan untuk pengembangan dan promosi,” jelasnya.
Saat ini, tahapan profiling telah memasuki agenda pra-ekspos yang dilaksanakan bersama BKN Pusat, dengan pendampingan dari Kantor Regional X BKN Denpasar. Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga telah beberapa kali mendapatkan asistensi untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Setelah tahap pra-ekspos, proses akan berlanjut ke ekspos di BKN Pusat yang dijadwalkan berlangsung sekitar dua bulan setelah dokumen dinyatakan lengkap. Dalam tahap ini, Komite Talenta Kabupaten Sumbawa akan terlibat langsung, dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan beranggotakan para pejabat terkait.
Budi Santoso menegaskan, penerapan manajemen talenta ini akan membawa perubahan signifikan dalam pengelolaan ASN di daerah. Data yang dihasilkan dari proses profiling akan menjadi dasar utama dalam kebijakan promosi, mutasi, hingga pengembangan karier ASN. “Ke depan, seluruh potensi ASN akan terpetakan dengan baik, sehingga promosi jabatan benar-benar berbasis kompetensi dan kinerja,” pungkasnya. (*)













