
NUSRAMEDIA.COM — Persiapan ajang olahraga terbesar di Nusa Tenggara Barat, Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) NTB XII Tahun 2026, terus menunjukkan progres signifikan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB resmi menggelar Chef de Mission (CdM) Meeting perdana di Gedung Graha Bhakti Praja Jum’at lalu, sebagai langkah awal mematangkan kesiapan seluruh kontingen.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, dan dihadiri perwakilan dari sepuluh kabupaten/kota, mulai dari ketua KONI daerah, CdM, hingga operator data.
Agenda utama pertemuan tersebut yakni berfokus pada sinkronisasi jumlah atlet serta kesiapan administrasi menjelang pelaksanaan Porprov pada Juli tahun 2026.
“Ini adalah CdM meeting pertama untuk Porprov NTB 2026. Banyak hal krusial yang kami bahas, terutama terkait validasi dan sinkronisasi data atlet dari masing-masing daerah,” ujar Mori.
Berdasarkan data hingga 11 April, jumlah peserta yang telah terdaftar menunjukkan antusiasme tinggi. Sebanyak 4.542 atlet dan 1.075 official tercatat dalam sistem.
Lombok Barat menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 670 orang, disusul Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan 616 atlet dan Lombok Tengah 595 atlet.
Kota Mataram tercatat mengirim 571 atlet, Lombok Timur 533 atlet, Sumbawa 480 atlet, Dompu 419 atlet, Kota Bima 407 atlet, serta Lombok Utara 251 atlet. Sementara itu, Kabupaten Bima belum melakukan pendaftaran akibat kendala internal organisasi.
Menanggapi hal tersebut, KONI NTB memberikan dispensasi tambahan waktu pendaftaran selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 April, guna memberi kesempatan bagi daerah menyempurnakan data.
“Jumlah ini masih dinamis. Kami buka kembali pendaftaran agar seluruh daerah bisa melengkapi dan memaksimalkan partisipasi,” tegasnya. Tak hanya aspek teknis, KONI NTB juga menaruh perhatian besar pada kenyamanan atlet dan official.
Skema pembiayaan akomodasi akan dilakukan secara sharing, dengan penyediaan penginapan di hotel-hotel wilayah Mataram dan sekitarnya. “Kami prioritaskan hotel bintang empat. Jika tidak mencukupi, hotel non-bintang tetap kami gunakan dengan standar yang layak,” jelas Mori.
Di sisi lain, KONI NTB mencatat terdapat 115 nomor pertandingan dari 25 cabang olahraga yang belum memenuhi syarat untuk dipertandingkan karena minim peserta. Namun, kondisi ini diperkirakan akan berubah setelah seluruh daerah, termasuk Kabupaten Bima, menyelesaikan proses pendaftaran.
Selain itu, isu mutasi atlet juga menjadi perhatian serius. KONI NTB menegaskan agar seluruh proses administrasi terkait mutasi segera dituntaskan demi menjaga integritas dan sportivitas kompetisi.
Dengan dimulainya tahapan CdM meeting ini, atmosfer Porprov NTB 2026 kian terasa. Publik kini menantikan penampilan para atlet terbaik daerah yang akan bersaing memperebutkan prestasi tertinggi pada pesta olahraga yang dijadwalkan berlangsung Juli mendatang. (*)













