Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, menghadiri Wisuda Santri/Haflah Khatamy ke-VI Angkatan ke-VII Pondok Pesantren Aisyah Samawa. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori, menghadiri Wisuda Santri/Haflah Khatamy ke-VI Angkatan ke-VII Pondok Pesantren Aisyah Samawa yang digelar di lingkungan pesantren setempat, Selasa (5/5).

Kehadiran Wabup menjadi momentum istimewa, menandai kali pertama seorang Wakil Bupati Sumbawa hadir dalam kegiatan wisuda santri di pesantren tersebut. Sebanyak 154 santri diwisuda, terdiri dari 109 santri tingkat SMA dan 45 santri tingkat SMP, baik putra maupun putri.

Dari jumlah tersebut, 11 santri berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an, mencerminkan keberhasilan program tahfiz yang menjadi fokus utama pesantren sejak berdiri delapan tahun lalu.

Baca Juga:  Transportasi Elemen Vital Program Strategis Pembangunan Daerah

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pimpinan pesantren, Munajat, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para wali santri.

Dalam sambutannya, pimpinan pesantren menyampaikan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan berbasis Al-Qur’an. Ke depan, Ponpes Aisyah Samawa berencana mengembangkan program full day school tanpa meninggalkan sistem boarding school yang telah menjadi ciri khasnya.

“Kami konsen pada tahfiz Al-Qur’an. Harapannya, ilmu yang diperoleh para santri dapat menjadi bekal sekaligus filter dalam menghadapi tantangan kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup Ansori menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

Baca Juga:  Lima Ranperda Inisiatif DPRD NTB Masuk Tahap Pembahasan Lanjutan

Ia juga menyoroti pentingnya kemandirian daerah dalam mencetak qori dan qori’ah, sehingga Sumbawa ke depan mampu berdiri dengan kekuatan sumber daya sendiri.

“Kita ingin Sumbawa mampu melahirkan qori dan qori’ah dari daerah sendiri. Ini bukan sekadar prestasi, tetapi bagian dari membangun identitas dan kekuatan keagamaan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wabup menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pengembangan Pondok Pesantren Aisyah Samawa, termasuk membuka ruang bantuan yang dibutuhkan guna memperkuat kapasitas lembaga pendidikan tersebut.

Baca Juga:  Ombudsman NTB Bongkar Dugaan Pungli Sewa Kasur di Kapal Penyeberangan

“Ponpes harus mampu menyatu dengan masyarakat, hadir sebagai solusi, dan menjadi cahaya di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” tambahnya.

Momentum wisuda ini tidak hanya menjadi penutup proses pendidikan para santri, tetapi juga menjadi titik awal pengabdian mereka di tengah masyarakat, dengan membawa nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen kuat dari lembaga pendidikan, Pondok Pesantren Aisyah Samawa diharapkan terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul sekaligus agen pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sumbawa. (*)