Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB, Syamsul Fikri, S.Ag., M.Si. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Perpindahan sejumlah kader inti Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memantik perhatian publik politik daerah.

Meski kehilangan beberapa tokoh penting, Demokrat NTB menilai fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika politik yang lumrah terjadi di setiap internal partai.

Wakil Ketua I DPD Demokrat NTB, Syamsul Fikri, menegaskan pihaknya tetap menghormati pilihan politik setiap kader yang memutuskan bergabung dengan partai lain.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD NTB tersebt, bahwa arus keluar-masuk kader merupakan hal biasa dalam proses politik dan kaderisasi.

“Dalam politik, perpindahan kader itu hal yang biasa. Kami menghormati keputusan siapa pun untuk menentukan pilihan politiknya,” ujar Syamsul Fikri kepada wartawan di Mataram.

Baca Juga:  Sekda Sumbawa Buka OPAI-O2SN 2026, Ajang Lahirkan Bibit Unggul Berintegritas

Dua nama besar Demokrat NTB yang kini memilih “hijrah” ke PSI adalah Ahmad Ziadi dan H. Moh Rais Ishak. Ahmad Ziadi diketahui menjadi Ketua DPW PSI NTB pertama.

Sedangkan Moh Rais Ishak—mantan anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Demokrat—masuk dalam jajaran Dewan Pembina PSI NTB. Syamsul Fikri tak menampik keduanya merupakan kader penting di tubuh Demokrat.

Namun ia menilai perpindahan tersebut harus dijadikan bahan evaluasi internal partai ke depan. “Mereka kader inti Demokrat. Tentu kami prihatin,” katanya.

Baca Juga:  Tumbuh 13,64 Persen Tapi Dibilang Rapuh: Salah Baca atau Salah Narasi?

“Tetapi, ini juga menjadi bahan introspeksi bagi partai. Apa yang membuat kader keluar, itu yang harus dievaluasi,” sambung Legislator Udayana jebolan Dapil V Sumbawa-Sumbawa Barat itu.

Meski ditinggalkan sejumlah tokoh, Demokrat NTB mengklaim tetap menjadi magnet bagi figur politik lain di berbagai daerah. Ia menyebut saat ini banyak tokoh dari Lombok Tengah, Lombok Timur, KLU hingga Pulau Sumbawa mulai bergabung dengan Demokrat.

“Demokrat tidak pernah kekurangan stok kader. Di saat ada yang keluar, tapi juga banyak juga tokoh baru yang masuk,” tegas Syamsul Fikri mantan Pimpinan DPRD Sumbawa itu.

Baca Juga:  Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan, Pemprov NTB Gandeng BBPOM Mataram

Dengan bergabungnya Ahmad Ziadi dan Moh Rais Ishak ke PSI, keduanya secara otomatis kehilangan status dan hak sebagai kader Demokrat. Kendati demikian, Demokrat NTB memastikan tetap menjaga hubungan baik dan menghormati keputusan politik yang diambil keduanya.

Sebelumnya, dalam pelantikan pengurus DPW PSI NTB yang dipimpin langsung Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, nama Moh Rais Ishak diumumkan sebagai bagian dari jajaran Dewan Pembina PSI NTB.

Untuk diketahui pula, bahwa selain kader Partai Demokrat, sejumlah figur dari partai politik (parpol) lainnya seperti PPP dan NasDem juga turut bergabung dalam kepengurusan PSI NTB. (*)