
NUSRAMEDIA.COM — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan menggelar Workshop Event Organizer, Sosialisasi Bahaya Merarik Kodek, Bahaya Narkoba, dan Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Aula Yayasan Mahabbatur Rosul, Pancor Kopong Utara, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Kamis (18/06/2026).
Sebanyak 65 pemuda dari berbagai wilayah di Lombok Timur mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan, serta kesadaran generasi muda terhadap berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dikpora NTB dan Yayasan Mahabbatur Rosul, sekaligus tindak lanjut dari program kepeloporan pemuda yang digagas Dian Ardiawan, QH, S.Pd., peraih Juara II Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi NTB Bidang Pendidikan Tahun 2025.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, S.Kom., M.E., yang mewakili Kepala Dinas Dikpora NTB, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menyediakan ruang kreatif dan produktif bagi generasi muda.
“Pemuda adalah benteng pertahanan yang sangat krusial. Ketika mereka disibukkan dengan kegiatan positif, energi dan potensinya akan tersalurkan untuk hal-hal yang produktif. Ini menjadi modal penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) NTB sekaligus memutus mata rantai berbagai persoalan sosial, terutama pencegahan perkawinan anak dan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, kedua persoalan tersebut menjadi ancaman serius karena berdampak pada kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, hingga kondisi sosial budaya masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Desa Pringgasela Selatan yang diwakili Sekretaris Desa menyampaikan apresiasi atas dipilihnya wilayah mereka sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan. Ia menilai workshop tersebut sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Melalui sosialisasi bahaya merarik kodek dan narkoba, kita berupaya melindungi generasi muda dari hal-hal yang dapat merusak masa depan mereka. Sementara pelatihan kepemimpinan dan event organizer menjadi bekal penting agar pemuda mampu berkarya, mandiri, dan menciptakan peluang kerja,” katanya saat membuka kegiatan.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadi generasi muda yang mampu membanggakan keluarga, desa, dan masyarakat melalui karya serta kontribusi positif.
Dalam sesi pelatihan kepemimpinan, H. Tarmidzi yang akrab disapa Pak Ajik mengajak peserta untuk membangun karakter kepemimpinan yang jujur, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perubahan positif.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan Event Organizer yang disampaikan oleh Bimo Kaspuri. Materi tersebut dirancang untuk membekali pemuda dengan keterampilan praktis dalam mengelola kegiatan, membangun jaringan, serta menciptakan peluang usaha di bidang industri kreatif dan penyelenggaraan acara.
“Saya berharap seluruh materi yang diberikan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pemuda yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pesan Pak Ajik.
Pada kesempatan yang sama, narasumber dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lombok Timur, Mustafa, memberikan pemaparan mengenai berbagai jenis narkoba, pola peredarannya, serta dampak buruk yang ditimbulkan terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan generasi muda.
Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya menyebabkan kerusakan organ tubuh dan gangguan psikologis, tetapi juga dapat menyeret pelakunya ke ranah hukum serta menghancurkan masa depan mereka.
“Pemuda harus berani menolak segala bentuk penawaran narkoba dan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Sementara itu, materi mengenai bahaya merarik kodek disampaikan oleh Duta Puteri Kebaya NTB Tahun 2026, Hurul In. Ia menjelaskan bahwa praktik perkawinan usia anak membawa berbagai risiko serius, mulai dari tingginya angka kematian ibu dan bayi, stunting, putus sekolah, hingga perceraian akibat ketidaksiapan mental dan ekonomi.
Menurutnya, praktik tersebut juga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berpotensi menghambat kualitas pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
Melalui workshop ini, Dikpora NTB berharap lahir generasi muda Lombok Timur yang memiliki jiwa kepemimpinan, keterampilan kewirausahaan, kesadaran sosial, serta kemampuan menjadi agen perubahan dalam mewujudkan NTB yang maju, produktif, dan berdaya saing. (*)













