Pemaparan potensi investasi NTB yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui diplomasi investasi dengan Kerajaan Maroko. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menarik investasi berkualitas yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi industri, serta meningkatkan daya saing NTB di tingkat global.

Komitmen tersebut ditandai dengan pemaparan potensi investasi NTB yang dipimpin langsung Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Ruang Kerja Gubernur, Jumat (17/7). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut komunikasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko dalam membangun kemitraan strategis di berbagai sektor pembangunan.

Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan bahwa kerja sama internasional harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kerja sama yang dibangun tidak hanya berorientasi pada peningkatan investasi, tetapi juga harus mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat hilirisasi industri, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah,” tegasnya.

NTB Tawarkan Potensi Investasi Berbasis Keunggulan Daerah

Mengusung visi pembangunan “The Islands of Endless Potentials”, Miq Iqbal memperkenalkan NTB sebagai salah satu daerah dengan prospek investasi paling menjanjikan di Indonesia.

Baca Juga:  Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Tegaskan Air Harus Sampai kepada Petani

Dengan jumlah penduduk sekitar 5,81 juta jiwa yang didominasi usia produktif, pertumbuhan ekonomi yang stabil, serta posisi strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia, NTB dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi pusat investasi internasional.

Potensi tersebut didukung oleh kekayaan sumber daya alam, infrastruktur yang terus berkembang, serta komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan investasi melalui reformasi perizinan dan pelayanan terpadu.

Pariwisata Berkualitas Jadi Magnet Investor

Sektor pariwisata menjadi salah satu andalan yang ditawarkan kepada Pemerintah Kerajaan Maroko. Melalui konsep Road to Quality Tourism, Pemerintah Provinsi NTB mendorong pengembangan destinasi wisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Saat ini NTB memiliki 265 destinasi wisata dan 375 desa wisata, didukung pembangunan infrastruktur yang terus berkembang. Tren kunjungan wisatawan juga terus meningkat seiring penguatan konektivitas penerbangan internasional dan terbukanya peluang investasi di sektor perhotelan, kawasan wisata, hingga transportasi pariwisata.

Pertanian, Peternakan, dan Kelautan Jadi Pilar Ekonomi

Selain pariwisata, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB. Beragam komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, hingga tembakau menawarkan peluang investasi yang luas.

Baca Juga:  Pemprov NTB Tegaskan Seluruh Temuan BPK Telah Ditindaklanjuti, Tak Ada Kerugian Daerah yang Dibiarkan

Pemerintah Provinsi NTB juga tengah menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari pembangunan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan industri pengolahan hasil.

Pada sektor peternakan, NTB memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra produksi sapi potong nasional dengan membuka peluang investasi pada pembibitan, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging dan susu, hingga proyek strategis Investment Project Ready to Offer (IPRO) Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan juga memiliki prospek besar. Produksi perikanan NTB yang diproyeksikan mencapai sekitar 1,25 juta ton pada 2025 menjadi modal penting bagi pengembangan industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas cold chain, serta hilirisasi komoditas ekspor seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.

Energi Hijau dan Hilirisasi Mineral Jadi Andalan Baru

Di bidang energi, Miq Iqbal menegaskan NTB memiliki potensi besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), mulai dari energi surya, angin, air, biomassa hingga panas bumi.

Keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar membuka peluang pembangunan pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida.

Selain itu, potensi sumber daya mineral seperti tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal menjadi fondasi pengembangan industri hilirisasi yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau.

Baca Juga:  Bupati Jarot Paparkan Sukses UPLAND: Rp105 Miliar Investasi Ubah Nasib 1.838 Keluarga Petani Sumbawa

Proyek Investasi Siap Ditawarkan Bernilai Rp1,61 Triliun

Sebagai bentuk kesiapan daerah menerima investor, Pemerintah Provinsi NTB juga menawarkan sejumlah proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Beberapa proyek unggulan tersebut meliputi Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara, Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Mautika Mandalika Hotel, serta Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika.

Seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah didukung kesiapan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang dinilai sangat menjanjikan.

Perkuat Kemitraan Internasional untuk Transformasi Ekonomi

Melalui forum ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap hubungan dengan Kerajaan Maroko tidak hanya berkembang pada sektor perdagangan dan investasi, tetapi juga diperluas ke bidang pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Diplomasi investasi yang terus diperkuat ini menjadi bagian dari strategi besar NTB dalam memperluas kemitraan internasional guna mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Dengan mengoptimalkan potensi unggulan yang dimiliki, NTB menegaskan komitmennya menjadi destinasi investasi yang kompetitif, berkelanjutan, dan bernilai tambah, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu gerbang investasi utama di kawasan timur Indonesia. (*)