
NUSRAMEDIA.COM — Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, memberikan apresiasi atas perbaikan kinerja PT Gerbang NTB Emas (GNE). Perusahaan berhasil keluar dari kondisi rugi sebesar Rp3,24 miliar pada 2024 menjadi laba Rp278,9 juta pada 2025.
Selain itu, perusahaan juga dinilai mampu memberikan kontribusi dividen sebesar Rp153,4 juta. Dari sisi kesehatan perusahaan, skor yang dicapai berada di angka 60,8 dengan kategori SEHAT-A.
Tak hanya itu, menurut Sambirang perbaikan lainnya terlihat dari pelunasan tunggakan pajak sebesar Rp5,79 miliar yang telah tuntas, didukung oleh adanya penyertaan modal.
■ CATATAN KRITIS
Meski menunjukkan perbaikan, Legislator PKS itu menilai pertumbuhan kinerja PT GNE belum sepenuhnya berkualitas. Hal ini tercermin dari penurunan pendapatan perusahaan dari Rp18,48 miliar pada 2024 menjadi Rp14,47 miliar pada 2025 atau turun sebesar 21,7 persen.
Pendapatan perusahaan masih didominasi oleh sektor beton yang mencapai Rp12,24 miliar atau sekitar 84 persen dari total pendapatan. Sementara itu, margin laba tercatat hanya sekitar 1,9 persen.
■ BEBAN UTANG JADI ISU KRUSIAL
Salah satu persoalan utama yang dihadapi PT GNE adalah beban utang yang masih cukup besar. Hingga saat ini, menurut Haji Sam sapaan akrab Ketua Komisi III DPRD NTB itu, bahwa sisa utang perusahaan mencapai Rp21,99 miliar.
Dengan angsuran bulanan sekitar Rp328,7 juta atau setara Rp3,9 miliar per tahun, kondisi ini dinilai berat jika dibandingkan dengan laba bersih perusahaan yang hanya Rp278 juta.
■ TANTANGAN KINERJA KE DEPAN
Ke depan, perusahaan dihadapkan pada sejumlah tantangan yang perlu segera diatasi. Ketergantungan pada sektor beton yang mencapai sekitar 84 persen masih menjadi risiko utama. Selain itu, piutang usaha tercatat sebesar Rp8,65 miliar dengan collection period sekitar 218 hari.
Beban usaha juga cukup tinggi, yakni Rp5,62 miliar atau sekitar 39 persen dari total pendapatan. Perusahaan juga dinilai masih bergantung pada potensi penjualan aset untuk menopang kinerja.
■ HARAPAN UNTUK DIREKSI BARU
Sambirang Ahmadi menaruh harapan kepada Direksi baru PT GNE untuk melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah meningkatkan margin laba menjadi di atas 5 persen serta melakukan restrukturisasi utang sebesar Rp21,9 miliar.
Selain itu, perusahaan didorong untuk melakukan diversifikasi usaha agar tidak bergantung pada satu sektor, dengan catatan kondisi bisnis sudah benar-benar sehat. Perbaikan juga diharapkan pada pengelolaan piutang dengan target penurunan collection period menjadi kurang dari 120 hari.
■ PENEGASAN
“PT Gerbang NTB Emas telah keluar dari fase kerugian, namun belum sepenuhnya berada dalam kondisi sehat,” tegas Legislator Udayana jebolan dari Dapil V Kabupaten Sumbawa-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tersebut.
“Dengan beban utang yang mendekati Rp22 miliar serta penurunan pendapatan lebih dari 20 persen, tantangan utama ke depan adalah memastikan pertumbuhan yang nyata dan berkelanjutan,” demikian Sambirang Ahmadi menambahkan. (*)













