Dekranasda NTB menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas SDM Dekranasda NTB dan Kabupaten/Kota se-NTB melalui Teknik Kurasi Produk. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas SDM Dekranasda NTB dan Kabupaten/Kota se-NTB melalui Teknik Kurasi Produk, kemarin.

Kegiatan ini menghadirkan puluhan peserta dari kabupaten/kota serta dua pemateri dari Badan Standardisasi Nasional (BSN). Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, menegaskan bahwa pelatihan ini sangat krusial.

Ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus Dekranasda dalam melakukan kurasi produk kerajinan unggulan daerah agar mampu bersaing secara nasional hingga internasional.

“Kita berkomitmen membawa kerajinan lokal naik kelas ke pasar nasional hingga internasional,” tegas istri Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal tersebut.

KURASI PRODUK JADI TAHAP PENENTU KUALITAS

Sinta menjelaskan bahwa proses pembinaan dan kurasi produk merupakan langkah penting sebelum produk kriya dikenalkan ke pasar lebih luas. Dari kurasi awal, ia melihat bahwa banyak produk kerajinan NTB.

Baca Juga:  Musim Hujan Tiba, Warga Sumbawa Diminta Tingkatkan Kewaspadaan terhadap DBD

Dimana sudah berada pada level menengah, tetapi masih memerlukan penyempurnaan agar mencapai standar tinggi. Ia mendorong pentingnya kolaborasi.

Ini karena peningkatan kualitas produk tidak bisa dilakukan oleh Dekranasda saja. “Ini tidak bisa dikerjakan sendiri. Dekranasda tidak bisa bekerja sendiri, jadi yang kita perlukan adalah kolaborasi,” tegasnya.

SERTIFIKASI SNI JADI NILAI UNGGULAN PRODUK NTB

Sinta menyebut Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk. Sertifikasi ini diyakini mampu membuka akses lebih luas ke pasar luar daerah dan luar negeri.

“Insya Allah bisa lebih mendunia lagi ke depannya,” ujarnya optimistis. Tak hanya sektor kriya, Sinta juga menitipkan pesan kepada pelaku UMKM kuliner, yang menurutnya belum memiliki “rumah” pembinaan yang memadai seperti perajin kriya.

Ia berkomitmen menjembatani peningkatan standar bagi UMKM kuliner bekerja sama dengan BSN. “Saya rasa terbuka untuk konsultasi. Tolong sampaikan kepada teman-teman UMKM dari bidang apa pun,” pintanya.

Baca Juga:  Seret Nama Anggota DPRD NTB, Kasus Tanah Efan Limantika Berakhir Damai

DEKRANASDA KABUPATEN/KOTA DIMINTA AKTIF KOLABORASI

Sinta mengajak seluruh Dekranasda di 10 kabupaten/kota untuk aktif menjalin kerja sama dengan Dekranasda NTB, terutama terkait peningkatan kualitas produk. “Ini untuk mencapai tujuan kita bersama—mengangkat kerajinan NTB agar semakin layak bersaing,” tandasnya.

BSN TEKANKAN PENTINGNYA STANDAR DAN KURASI PRODUK UNTUK TINGKATKAN DAYA SAING

Pemateri BSN, Dian Komala, menegaskan bahwa penerapan standar merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan daya saing produk kerajinan.

Menurutnya, standar bukan sekadar aturan, tetapi bentuk perlindungan bagi konsumen dan pelaku usaha. Dian menyebut penerapan standar juga memiliki dampak luas.

Mulai dari mendorong perdagangan global, memacu inovasi, hingga melindungi masyarakat dari sisi keamanan, kesehatan, dan lingkungan. Ia mengapresiasi Dekranasda NTB.

Ini karena telah menyelenggarakan pelatihan yang mendorong perajin menerapkan standar secara lebih luas. “Sertifikasi memberikan legitimasi bahwa produk tersebut benar-benar bermutu,” tegasnya.

Baca Juga:  Stunting di NTB Turun Drastis

Pemateri BSN lainnya, Suhaimi A. Kasman, menjelaskan bahwa kurasi produk adalah proses penting untuk memastikan produk UMKM dan IKM binaan benar-benar layak pasar.

“Kurasi dilakukan sebelum produk diarahkan ke pembinaan lebih lanjut, promosi, pameran, maupun sertifikasi seperti SNI,” ujarnya.

KURASI TINGKATKAN MUTU DAN MINIMALKAN RISIKO

Suhaimi menyebut kurasi memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain memastikan hanya produk terbaik yang tampil sebagai representasi daerah, memperkuat daya saing UMKM di pasar lokal maupun global.

Termasuk mempersiapkan produk mengikuti sertifikasi SNI, serta meminimalkan risiko beredarnya produk tidak aman atau tidak layak pasar. Ia menegaskan bahwa kurasi merupakan fondasi penting dalam membangun standar lokal yang sejalan dengan standar nasional agar produk NTB semakin kompetitif. (*)